Breaking News:

Berita Kota Kupang

Pua Monto Pimpin NU NTT

KH Pua Monto Umbu Nay ditetapkan sebagai Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama ( PWNU)  Provinsi NTT periode 2021-2026

Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/ISTIMEWA
KH Drs Pua Monto Umbu Nay (kiri) 

POS-KUPANG.COM, KUPANG -KH Pua Monto Umbu Nay ditetapkan sebagai Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama ( PWNU)  Provinsi NTT periode 2021-2026. Mantan Ketua PCNU Kabupaten Sumba Barat ini menggantikan Jamal Ahmad.

Pua Moto terpilih secara aklamasi dalam Konfrensi Wilayah X PWNU NTT yang berlangsung di Aula Asrama Haji Kota Kupang, Minggu (5/9) dini hari. Peserta Konferensi Wilayah adalah PCNU se-NTT.

Saat ini Pua Monto menjabat Kepala Bidang Pendidikan Islam pada Kantor Wilayah Kementerian Agama NTT. Selain Pua Moto, Konferensi Wilayah juga menetapkan KH Ali Rosyidi Hasbullah sebagai Rois Syuriah.

Sebelumnya, Ketua PWNU NTT demisioner Jamal Ahmad meminta siapapun yang terpilih wajib menjaga tiga warisan utama para ulama NU demi menjaga eksitensi NKRI.

Baca juga: Gelar Halaqah Kader Muda, FKMNU Siapkan Ketua NU NTT

Pertama, harus tetap dipegang teguh siapa pun pemimpin kedepan ialah mempertahankan semangat Islam yang moderat, Islam yang Al Sunah Wal Jamaah, Islam yang rahmat lil alamin.

Menurut Jamal, di media sosial ditemukan adanya kaum muda yang menebarkan narasi-narasi yang menyudutkan terkait dengan ajaran yang sedang dijalani. Sikap dan pandangan seperti itu harus dilawan.

"Kita punya platform dimana ulama sudah mewariskan Islam yang rahmatin alamin atau Islam yang membawa rahmat kedamaian bagi sesama, Islam yang moderat, Islam yang santun, dalam berbagai implementasinya," katanya.

Jamal mengingatkan agar jangan sampai generasi bangsa, khususnya jamaah NU yang ada di NTT terjebak dalam narasi kelompok-kelompok radikal dalam rangka membangun negara Khilafah.

"Ini tidak bisa. Sebagai kader NU, kita pertaruhkan segala-galanya untuk menjaga NKRI," tegasnya.

Kedua, siapapun yang memimpin PWNU NTT ke depan, harus mempertahankan NKRI berdasarkan Pancasila. Bagi NU, bentuk negara saat ini sudah final karena ulama sudah memperhatikan situasi kondisi serta realitas empirik dalam muktamar 1936 di Banjarmasin.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved