Tips Sehat
Waspada Kanker Tiroid, Kenali Gejala Penyakit Kanker Tiroid Sejak Dini Sebelum Terlambat
Kanker Tiroid merupakan jenis kanker yang menyerang kelenjar tiroid dan menyebabkan pertumbuhan sel-sel di kelenjar tiroid menjadi tak terkendali.
Penulis: Adiana Ahmad | Editor: maria anitoda
POS-KUPANG.COM- Apakah kamu sering mengalami batuk disertai sakit tenggorokan?
Waspada, bisa saja gejala penyakit Kanker tiroid .
Kanker Tiroid merupakan jenis kanker yang menyerang kelenjar tiroid.
Kanker tiroid akan menyebabkan pertumbuhan sel-sel di kelenjar tiroid menjadi tidak terkendali.
Baca juga: Sesak Napas Tanpa Sebab, Benarkah Gejala Penyakit Emfisema? Segera Cek
Kanker Tiroid ditandai dengan munculnya benjolan pada leher.
Selain benjolan di leher, jangan sepelekan batuk dan sakit tenggorokan.
Salah satu penyakit tiroid yang bisa meningkatkan risiko terjadinya kanker tiroid adalah penyakit gondok.
Kanker tiroid merupakan penyakit yang jarang terjadi.
Baca juga: 7 Gejala Penyakit Kanker Tiroid,Selain Benjolan di Leher,Jangan Sepelekan Batuk & Sakit Tenggorokan
Penderita yang mengalami kanker tiroid sering kali tidak merasakan gejala apa pun pada awalnya.
Jika ukuran kelenjar tiroid sudah cukup besar, bisa tampak benjolan atau pembengkakan pada bagian depan leher.
Dikutip dari alodokter, ini 7 Gejala Penyakit Kanker Tiroid:
Batuk
Baca juga: Waspada, Gejala Penyakit Ini Sering Menyerang Anak-anak
Nyeri di leher
Sakit tenggorokan
Suara serak yang tidak membaik setelah beberapa minggu
Pembengkakan kelenjar getah bening di bagian leher
Baca juga: Pasien Covid-19 Tanpa Gejala Wajib Waspada, Bisa Alami 2 Kali Lipat Kerusakan Ginjal
Sulit menelan
Sulit bernapas
Jika sel-sel kanker meningkatkan produksi hormon tiroid, kanker tiroid akan menyebabkan hipertiroidisme yang memiliki gejala berupa jantung berdebar, tangan tremor atau gemetar, penurunan berat badan, gelisah, mudah marah, mudah berkeringat, rambut rontok, dan diare.
Kapan harus ke dokter
Baca juga: Kenali Gejala Penyakit Long Covid-19, Sesak Napas, Pusing hingga Nyeri Sendi
Lakukan pemeriksaan ke dokter jika Anda mengalami keluhan atau gejala yang disebutkan di atas.
Segera ke dokter jika Anda menemukan adanya benjolan di leher bagian depan, terutama jika benjolan tersebut membesar dengan cepat atau menyebabkan Anda sulit untuk bernapas.
Anda juga disarankan untuk melakukan kontrol rutin ke dokter jika memiliki riwayat penyakit tiroid atau sedang melakukan radioterapi, khususnya di bagian leher.
Penyebab Kanker Tiroid
Baca juga: Kenali Gejala Penyakit Long Covid-19, Sesak Napas, Pusing hingga Nyeri Sendi
Penyebab pasti kanker tiroid masih belum diketahui. Namun, kondisi ini diduga disebabkan oleh mutasi genetik. Mutasi genetik akan membuat pertumbuhan sel-sel kelenjar tiroid menjadi tidak terkendali dan merusak jaringan yang ada di sekitarnya.
Walaupun penyebab kanker tiroid belum dapat dipastikan, ada beberapa faktor yang diketahui dapat meningkatkan risiko terjadinya kondisi ini, yaitu:
Mengalami penyakit tiroid
Seseorang yang menderita penyakit tiroid, seperti peradangan kelenjar tiroid (tiroiditis) dan penyakit gondok, lebih berisiko
Baca juga: Apa Itu Sindrom Ekstrapiramidal? Kenali Gejala dan Penyebab Penyakit yang Ganggu Saraf Otak Ini
mengalami kanker tiroid.
Memiliki riwayat paparan radiasi
Paparan radiasi yang dialami selama masa kanak-kanak, misalnya saat melakukan radioterapi, juga akan meningkatkan
risiko terjadinya kanker tiroid.
Baca juga: Cek Sekarang! Punya Lima Tanda Ini Pada Kulit? Waspada Bisa Saja Gejala Penyakit Jantung
Memiliki riwayat kanker tiroid dalam keluarga
Risiko terjadinya kanker tiroid akan meningkat jika seseorang memiliki keluarga yang pernah menderita kanker ini.
Menderita kelainan genetik tertentu
Beberapa kelainan genetik, seperti familial adenomatous polyposis (FAP), multiple endocrine neoplasia, dan sindrom
Cowden, juga dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker tiroid.
Berjenis kelamin wanita
Wanita dikatahui lebih rentan mengalami penyakit ini daripada laki-laki.
Memiliki kondisi medis tertentu
Ada beberapa kondisi medis yang bisa meningkatkan risiko terjadinya kanker tiroid, di antaranya akromegali dan obesitas.
Diagnosis Kanker Tiroid
Dokter akan menanyakan keluhan dan gejala yang dialami oleh pasien, riwayat kesehatan pasien, serta riwayat penyakit yang ada di keluarga pasien.
Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, khususnya pada bagian leher untuk memeriksa benjolan atau pembengkakan pada bagian tersebut.
Untuk memastikan diagnosis, dokter akan melakukan pemeriksaan penunjang berupa:
Tes darah, untuk mengetahui kadar hormon tiroid, seperti T3, T4, dan TSH di dalam darah.
Biopsi, untuk menentukan apakah kelenjar tiroid mengalami kanker atau tidak serta untuk mengindentifikasi jenis sel yang mengalami keganasan.
Pemindaian dengan USG, CT Scan, dan MRI, untuk mengidentifikasi benjolan yang ada di leher dan ada tidaknya
penyebaran (metastasis) kanker tiroid ke bagian tubuh lain.
Pemindaian dengan PET scan, untuk mengetahui apakah kanker sudah menyebar atau belum.
Tes genetik, untuk mengidentifikasi kelainan genetik yang mungkin berkaitan atau menyebabkan terjadinya kanker tiroid.
Tahapan perkembangan kanker tiroid
Berdasarkan jenis sel yang berubah menjadi ganas, kanker tiroid dapat dibagi menjadi 4 jenis, yaitu papiler (jenis yang
paling sering), folikuler, meduler, dan anaplastik. Jika dibagi berdasarkan stadium dan tahapan perkembangannya, kanker
tiroid dapat dibagi menjadi 4 stadium yang berdasarkan klasifikasi TNM (tumor, nodul, dan metastasis).
Pengobatan Kanker Tiroid
Jika pasien sudah dipastikan menderita kanker tiroid, dokter akan segera memberikan pengobatan sesuai jenis dan
stadium kanker yang diderita pasien. Berikut ini adalah beberapa langkah pengobatan untuk menangani kanker tiroid:
Operasi tiroidektomi
Operasi tiroid dilakukan untuk mengangkat kelenjar tiroid, baik sebagian (hemitiroidektomi) atau seluruhnya (tiroidektomi total).
Pemilihan jenis operasi akan disesuaikan dengan jenis dan ukuran kanker tiroid, serta apakah sel kanker sudah menyebar ke bagian tubuh lainnya.
Terapi pengganti hormon
Terapi pengganti hormon tiroid diberikan kepada pasien yang menjalani tiroidektomi total, karena bila kelenjar tiroid diangkat seluruhnya, otomatis produksi hormon tiroid juga akan terhenti.
Setelah tiroidektomi total, terapi pengganti hormon perlu diberikan seumur hidup. Tes darah secara berkala juga perlu dilakukan untuk memantau kadar hormon tiroid di dalam tubuh dan menyesuaikan dosis terapi pengganti hormon tiroid.
Pengaturan kadar kalsium
Operasi pengangkatan kelenjar tiroid sering kali mempengaruhi kelenjar paratiroid yang terletak dekat dengan kelenjar tiroid.
Hal ini akan mempengaruhi kadar kalsium dalam darah.
Oleh karena itu setelah dilakukan operasi pengangkatan tiroid akan dilakukan pemantauan kadar kalsium dalam darah. Jika diperlukan akan diberikan suplementasi kalsium secara rutin.
Terapi iodium radioaktif
Pengobatan ini berfungsi untuk menghancurkan sel-sel kanker di kelenjar tiroid.
Terapi ini juga bertujuan untuk mencegah agar sel kanker tidak muncul lagi setelah menjalani operasi.
Radioterapi
Dalam prosedur ini, alat yang mengeluarkan gelombangradioaktif akan diarahkan ke kelenjar tiroid.
Pengobatan ini biasanya dilakukan untuk mengatasi kanker tiroid tahap lanjut atau kanker tiroid anaplastik.
Kemoterapi
Pemberian obat-obat kemoterapi biasanya akan dilakukan untuk mengatasi kanker tiroid anaplastik yang sudah menyebar hingga ke bagian tubuh lain.
Komplikasi Kanker Tiroid
Sel-sel kanker dapat mengalami penyebaran (metastasis). Metastasis kanker tiroid dapat terjadi pada beberapa bagian tubuh, seperti paru-paru, tulang, dan otak.
Selain itu, pertumbuhan kanker tiroid dapat menyebabkan komplikasi lainnya, yaitu cedera pada pita suara dan kesulitan bernapas.
Pencegahan Kanker Tiroid
Kanker tiroid tidak bisa dicegah. Namun, Anda dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan secara rutin jika mengalami penyakit tiroid atau pernah mendapatkan paparan radiasi.
Selain itu, untuk menurunkan risiko terkena kanker tiroid, Anda dianjurkan untuk mengonsumsi makanan yang bergizi seimbang dan menjaga berat badan tetap ideal.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/gejala-penyakti-kelenjar-tiroid.jpg)