Berita Ngada
Satu Korban Hilang Diterjang Banjir Bandang di Kampung Malapedho Sudah Ditemukan
Setelah ditemukan, jenazah korban kemudian dibawa ke Puskesmas Aimere untuk dilakukan autopsi.
Penulis: Thomas Mbenu Nulangi | Editor: Rosalina Woso
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi
POS-KUPANG.COM, BAJAWA-Satu korban banjir bandang di Kampung Malapedho, Desa Inerie, Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada sudah ditemukan.
Korban sudah ditemukan setelah tim yang terdiri dari BPBD, TNI, dan Polri melakukan pencarian pasca banjir bandang menerjang kampung tersebut.
Korban yang diketahui bernama Maria Goreti Dhiu (38) ditemukan pada, Sabtu 4 September 2021 sekira pukul 10:40 Wita.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, korban yang sedang hamil lima bulan ditemukan dalam keadaan tidak bernyawah lagi.
Setelah ditemukan, jenazah korban kemudian dibawa ke Puskesmas Aimere untuk dilakukan autopsi.
Dengan ditemukan korban atas nama Maria Goreti Dhiu, sehingga jumlah korban meninggal dunia yang sudah ditemukan sebanyak dua orang.
Baca juga: Kelompok Ekonomi Kreatif Ibu-ibu Kelitei Ngada Hasilkan Periuk Tanah Ramah Lingkungan
Kegiatan pencarian terhadap korban masih tetap dilaksanakan karena masih ada satu korban yang dinyatakan hilang atas nama Mikael Jeko.
Diberitakan Pos Kupang sebelumnya, Kampung Malapedho, Desa Inerie, Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada diterjang banjir bandang pada hari, Jumat 3 September 2021.
Banjir bandang tersebut disebabkan oleh hujan yang mengguyur wilayah Kecamatan Jerebuu dan sekitarnya pada hari, Jumat 3 September 2031 sore hingga malam hari sekira pukul 10:00 Wita.
Akibat dari bencana tersebut, sebanyak lima rumah warga yang ada di kampung tersebut tertimbun lumpur. Banjir yang mengalir di kali Waesugi tersebut menyebabkan tiga dapur dan dua rumah induk rusak berat.
Selain kerugian material, banjir bandang yang mengalir dari kaki Gunung Inerie tersebut juga menelan korban jiwa.
Satu orang bocah perempuan berumur sekitar 4 tahun dilaporkan meninggal dunia. Bocah tersebut diketahui bernama Mikla Tuna.
Baca juga: Dirudapaksa Sampai Hamil,Pria Asal Ngada Enggan Tanggungjawab
Selain seorang bocah yang sudah dipastikan meninggal dunia, masih ada pasangan suami istri yang sampai dengan saat ini belum ditemukan.
Pasangan suami istri tersebut yakni, Mikael Jeko (40) dan istrinya Maria Goreti Dhiu (38). Pasangan tersebut belum ditemukan sampai dengan saat ini.
Sementara itu, korban lainnya bernama Neymar Gaya berumur 7 tahun mengalami luka berat. Kakak kandung dari korban Milka Tuna mengalami patah kaki. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/anggota-tni-polri-melakukan-evakuasi-terhadap-jenazah-korban.jpg)