Breaking News:

Berita TTS

Di TTS Belum Ada Program Porang

salah satu petani porang di kecamatan Mollo utara mengaku, dirinya mulai membudidayakan tanaman porang sejak tiga tahun lalu

Penulis: Dionisius Rebon | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG.COM/DION KOTA
Novan, petani porang di Kecamatan Mollo Utara 

Laporan Reporter Pos-Kupang.Com, Dion Kota

POS-KUPANG.COM, SOE -  Sekertaris Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten TTS, Jhon Sunbanu mengatakan, pada postur APBD Tahun 2021, Pemda TTS tidak mengalokasikan anggaran untuk program tanaman porang.

Namun diakuinya, saat ini tanaman porang mulai dibudidayakan masyarakat secara swadaya.

"Kalau untuk intervensi program kita belum ada. Tapi memang saat ini masyarakat sudah mulai menanam tanaman porang. Mereka membeli bibit sendiri dan hasil panennya dijual ke beberapa pembeli yang di TTS maupun luas TTS," ungkap Jhon kepada POS-KUPANG.COM, Kamis 2 September 2021.

Wilayah kecamatan Mollo Barat dan Nunbena disebutnya sebagai wilayah dengan luasan tanaman porang terluas di kabupaten TTS.

Masyarakat di beberapa kecamatan lainnya juga sudah menanam tanaman porang tapi masih dalam skala kecil.

"Masyarakat di Kecamatan Nunbena dan Mollo Barat yang menanam tanam porang paling luas. Kalau masyarakat di kecamatan lain masih kembangkan dalam skala kecil" terangnya.

Baca juga: Anggota DPRD TTS dan Istrinya Diadukan ke Polisi, Diduga Menganiaya Warga

Novan, salah satu petani porang di kecamatan Mollo utara mengaku, dirinya mulai membudidayakan tanaman porang sejak tiga tahun lalu.

Dirinya membeli bibit porang dari beberapa penjual bibit Porang lalu menanamnya di lahan seluas hampir 2 hektar.

Dari hampir 2 hektar lahan tersebut,  Novan mengaku sudah panen sekali dengan hasil panen mencapai 1 ton lebih.

Hasil panen tersebut lalu dijual kepada pembeli di wilayah kapan dengan harga Rp. 7.000 per Kg untuk umbi yang masih basah dan Rp. 80.000 hingga Rp. 100.000 untuk umbi porang yang sudah kering.

"Untuk pembeli ada yang di kapan atau ada juga pembeli dari kabupaten Belu. Harga porang sendiri cukup bagus," sebutnya. (*)

Berita TTS Terkini

 
 

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved