Rabu, 3 Juni 2026

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Selasa 31 Agustus 2021: Setan

Dalam Lukas 4:31-37, dikisahkan bahwa saat mengajar di rumah ibadat, Yesus dihadapkan dengan seorang yang kerasukan setan. Reaksi dan sikap Yesus?

Tayang:
Editor: Agustinus Sape
Foto Pribadi
RD. Fransiskus Aliandu 

Renungan Harian Katolik Selasa 31 Agustus 2021: Setan (Lukas 4:31-37)

Oleh: RD. Fransiskus Aliandu

POS-KUPANG.COM - Orang Mesir kuno percaya bahwa ada setan, roh jahat dalam wujud apa saja. Jumlahnya tak tanggung-tanggung sekitar 7,5 juta.

Tempat mangkal setan biasanya di padang gurun, laut, kuburan, tempat sampah, serta tempat kotor dan kumuh lainnya.

Sebagian tinggal di seputaran manusia. Bahkan ada yang diam dalam diri manusia; masuk bersamaan dengan makan yang disantap. Setan yang masuk dalam diri manusia itulah yang dipercayai menjadi penyebab berbagai penyakit yang diderita manusia.

Antara percaya dan tidak, setan atau roh jahat rupanya juga ada di sekitar kita, hidup di antara kita. Dalam masyarakat dikenal nama  yang beragam, sebagai misal : suanggi, menaka, uen gete, dsb. Itu namanya dalam masyarakat Flores.

Kalau ada yang sakit dan meninggal kadang dikaitkan dengan setan, roh jahat. Berkembang rumor adanya guna-guna, saling tuding terkait makhluk antara ada dan tiada ini.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Minggu 29 Agustus 2021: Menjadi Manusia Otentik

Dalam Kitab Suci pun tersebar banyak kisah yang mengungkap adanya setan atau roh jahat. Yesus pernah digoda iblis (Mat 4:1-11; Mrk 1:12-13; Luk 4:1-13). IA mengajar dan menyembuhkan banyak orang yang sakit, termasuk yang kerasukan setan (Mat 4:23-25; 8:28-34; 12:22-32;  17:14-21; Mrk 3:20-30; 5:1-20; 9:14-29; Luk 6:17-19; 8:26-39; 9:37-43; 11:14-23).

Olehnya, hal yang lebih relevan untuk permenungan, bukan lagi soal ada atau tidak adanya setan atau roh jahat, melainkan bagaimana sikap kita yang benar terhadapnya?

Dalam Lukas 4:31-37, dikisahkan bahwa saat mengajar di rumah ibadat, Yesus dihadapkan dengan seorang yang kerasukan setan. Reaksi dan sikap Yesus adalah menghardiknya, "Diam, keluarlah dari padanya!" (Luk 4:35). Yesus bertindak tegas dan keras. IA mengusir roh jahat yang merasuki dan membuat orang menderita.

Nah, rupanya kita pun harus berani menghardik setan yang merasuki sesama bahkan mengancam diri kita sendiri. Tidak ada jalan lain selain bersikap tegas. Kita harus menghalau dan mengusir pergi roh jahat dalam bentuk apa pun.

Namun sikap dan tindakan tegas kita harus merupakan ekspresi dari diri dan hati kita yang kudus.

Baca juga: Renungan Harian Katolik  Minggu 29 Agustus 2021: Relasi Personal dengan  Allah dan Kualitas Ekspresi

Penginjil Lukas bertutur, ketika melihat Yesus, orang yang kerasukan setan itu berteriak, "Hai Engkau, Yesus orang Nazaret .... aku tahu siapa Engkau : Engkaulah Yang Kudus dari Allah" (Luk 4:34).

Sedangkan orang-orang yang menyaksikan, justru berkata seorang kepada yang lain, "Alangkah hebatnya perkataan ini! Sebab dengan penuh wibawa dan kuasa Ia memberi perintah kepada roh-roh jahat dan mereka pun keluar" (Luk 4:36).

Tidak bisa tidak, hati kita harus  bersih. Pikiran kita harus lurus. Hidup kita harus selalu bersama Tuhan. Kita harus membiarkan diri dipenuhi selalu oleh Roh Tuhan.

Pada dasarnya, naluri kita manusia  bersifat positif dan baik. Dengan demikian, jika pikiran kita manusia selalu bersifat baik pada awalnya. Maka ketika terbersit pikiran buruk atau jahat, pastilah ia berasal dari setan atau iblis.

Melalui pikiran jahat itulah, dalam kitab Kejadian kita baca, Adam dan Hawa bisa menjadi "terpeleset" melakukan perbuatan pembangkangan atas perintah Tuhan. Akibat dari hal ini adalah terusirnya mereka dari surga dan turun ke dunia ini.

Jika ditelusuri, setiap perbuatan buruk dan jahat manusia selalu didahului oleh bisikan pikiran. Pikiran kemudian mencari pembenaran. Setelah mendapatkan pembenaran, maka berubahlah pikiran jahat tersebut menjadi tindakan.

Pikiran dan bisikan jahat tidak akan bertahan lama dalam diri seseorang jika tidak ada pembenaran. Pembenaran diperlukan agar muncul keyakinan terhadap pikiran tersebut.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Kamis 26 Agustus 2021: Setia Berdinamika dalam Kasih

Zaman sekarang juga demikian. Sering ditemui narasi-narasi yang menggunakan agama sebagai dasar argumen yang meyakinkan dalam menggerakkan peristiwa-peristiwa sosial. Nama Tuhan "dibajak" demi membenarkan ucapan dan tindakan.

Argumen strategis selanjutnya yang dilakukan setan adalah mengklaim dirinya sebagai pemberi nasihat.

Kata nasihat sering dipahami orang sebagai ajakan kepada kebaikan dan kebenaran. Pemberi nasihat dengan demikian berarti sosok yang menganjurkan kepada kebenaran dan jalan Tuhan.

Konsekuensinya, banyak orang yang menggunakan kata tersebut dengan tujuan menipu dan merugikan orang lain. Media massa sering memberitakan terjadinya kasus kejahatan yang dilakukan oleh orang yang mengklaim dirinya sebagai pemberi nasihat bahkan tokoh agama.

Media sosial kini berseliweran hoaks. Susah bagi kita untuk membedakan mana berita yang benar dan mana yang tak benar.

Olehnya, kita perlu mengambil waktu untuk bersama Tuhan. Kita harus selalu bermohon agar Roh Tuhan selalu memenuhi kita, menjaga pikiran kita dan memampukan kita untuk  "menjauh" dari pikiran jelek serta memberanikan kita untuk mengambil sikap tegas terhadap bisikan setan.*

Teks Lengkap Bacaan 31 Agustus 2021:

Ilustrasi bacaan renungan harian Katolik dari Alkitab.
Ilustrasi bacaan renungan harian Katolik dari Alkitab. (POS-KUPANG.COM/AGUSTINUS SAPE)

Bacaan I : 1 Tesalonika 5:1-6.9-11

Kristus telah wafat untuk kita, agar kita hidup bersama Dia

Saudara-saudara, tentang zaman dan masa kedatangan Tuhan tidak perlu dituliskan kepadamu, karena kalian sendiri tahu benar-benar, bahwa hari Tuhan datang seperti pencuri di waktu malam.

Bila orang mengatakan bahwa semuanya damai dan aman, maka tiba-tiba kebinasaan menimpa mereka seperti seorang wanita hamil ditimpa oleh sakit bersalin. Maka pasti mereka takkan terluput!

Tetapi Saudara-saudara, kalian tidak hidup dalam kegelapan, sehingga hari itu tiba-tiba mendatangi kalian seperti pencuri, karena kalian semua adalah anak-anak terang dan anak-anak siang.

Kita bukanlah orang-orang malam atau orang-orang kegelapan. Sebab itu janganlah kita tidur seperti orang-orang lain, tetapi berjaga-jaga dan sadarlah!

Sebab Allah menetapkan kita bukan untuk mengalami kemurkaan, melainkan untuk memperoleh keselamatan oleh Tuhan kita, Yesus Kristus.

Kristus telah wafat untuk kita, supaya kita tetap hidup bersama dengan Dia, entah kita berjaga entah kita tidur.

Maka dari itu, hendaklah kalian saling menasihati dan saling membina, sebagaimana memang sudah kalian lakukan.

Demikianlah Sabda Tuhan

Syukur kepada Allah

Mazmur Tanggapan : 27:1.4.13-14

Refr.: Tuhan, Dikaulah penyelamatku. Atau Aku percaya akan melihat kebaikan Tuhan di negeri orang hidup

  • Tuhan adalah terang dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? Tuhan adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gentar?
  • Satu hal telah kuminta kepada Tuhan, satu inilah yang kuingini: diam di rumah Tuhan seumur hidupku, menyaksikan kemurahan Tuhan, dan menikmati bait-Nya.
  • Sungguh, aku percaya akan melihat kebaikan Tuhan di negeri orang-orang yang hidup! Nantikanlah Tuhan! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah Tuhan!

Bacaan Injil : Lukas 4:31-37

Aku tahu siapa Engkau: Engkau Yang Kudus dari Allah

Sekali peristiwa Yesus pergi ke Kapernaum, sebuah kota di Galilea. Di situ Ia mengajar pada hari-hari Sabat.

Orang-orang takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab perkataan-Nya penuh kuasa. Di rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan setan.

Ia berteriak dengan suara keras, “Hai Engkau, Yesus orang Nazaret, apa urusan-Mu dengan kami? Engkau datang hendak membinasakan kami?

Aku tahu siapa Engkau: Engkaulah Yang Kudus dari Allah.”

Tetapi Yesus menghardik dia, kata-Nya, “Diam, keluarlah dari padanya!” Maka setan menghempaskan orang itu ke tengah orang-orang banyak, lalu keluar dari padanya, dan sama sekali tidak menyakitinya.

Semua orang takjub, dan berkata satu sama lain, “Alangkah hebatnya perkataan ini! Dengan penuh wibawa dan kuasa Ia memberi perintah kepada roh-roh jahat, dan mereka pun keluar.”

Maka tersiarlah berita tentang Yesus ke mana-mana di daerah itu.

Demikianlah Injil Tuhan

Terpujilah Kristus

Renungan harian katolik lainnya

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved