Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Senin 30 Agustus 2021: Kekecewaan Kecil
Pater Steph Tupeng Witin SVD menulis renungan harian katolik 30 Agustus 2021 dengan judul Kekewaan Kecil. Tersedia pula teks lengkap bacaan.
Renungan Harian Katolik Senin 30 Agustus 2021: Kekecewaan Kecil (Luk 4:16-30)
Oleh: Pater Steph Tupeng Witin SVD
POS-KUPANG.COM - ….”Dan mata semua orang dalam rumah ibadat itu tertuju kepadaNya” (Luk 4:20).
Kata-kata penulis Injil Lukas di atas menarasikan suasana orang-orang Nazareth dalam rumah ibadat ketika Yesus yang mereka “kenal” selesai membacakan kutipan Nabi Yesaya.
Nas itu sesungguhnya ditujukan kepada-Nya. “Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang” (Luk 4: 18-19).
Mata orang-orang seasal Yesus itu mengungkapkan beragam niat. Mereka kagum dengan pengajaran-Nya yang indah tapi mempertanyakan asal-usulnya (Luk 4: 22). Sebuah kekaguman penuh tanda tanya.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Minggu 29 Agustus 2021, Minggu Biasa XXII: Hati Murni
Terbaca, ada keraguan dan penolakan. Sebuah tragedi ketika seseorang akhirnya ditolak di kampung asalnya sendiri, mungkin oleh keluarga dekatnya.
Pertanyaannya adalah mengapa orang-orang sekeluarga dan sekampung menolak-Nya?
Dari kisah Injil, kita tahu bahwa orang-orang Nazareth menolak-Nya karena ia bicara tentang kebenaran diri-Nya yang melampaui cara pandang dan pikiran mereka.
Orang-orang sekampung merasa memiliki privilese untuk “lebih” dari orang-orang di Kapernaum, tempat dimana Yesus membuat banyak mukjizat dan pengajaran.
Yesus menunjukkan bahwa Allah melampaui batas-batas suku, keluarga, kampung dan sebagainya.
Kasih Allah menjangkau orang-orang kecil yang memiliki hati tulus dan sederhana.
Orang-orang kecil adalah wajah Allah sesungguhnya penuh belas kasih. Orang-orang kecil adalah penampakan wajah Allah yang riil di depan mata kita. Kita kadang buta karena hati kita dikuasai keangkuhan dan kecongkakan.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Minggu 29 Agustus 2021: Menjadi Manusia Otentik
Mata semua orang yang melihat-Nya ternyata penuh dengan kedengkian. Orang-orang yang kebusukan hatinya hendak dibongkar akan menggunakan matanya, yang sesungguhnya buta untuk “membutakan” mata orang lain.
Orang-orang yang telah sekian lama merawat kebusukan dan bersandiwara menutupi kejahatan akan “panas” hatinya ketika ada orang berkehendak baik mengoreksi, mengkritik dan memperbaikinya.