Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Sabtu 28 Agustus 2021: Talenta
Perumpamaan tentang talenta ini sudah cukup akrab bagi kita. Mudah dipahami maknanya dan diambil pesannya untuk diterapkan dalam hidup.
Renungan Harian Katolik Sabtu 28 Agustus 2021: Talenta (Matius 25:14-30)
Oleh: RD. Fransiskus Aliandu
POS-KUPANG.COM - Perumpamaan tentang talenta ini sudah cukup akrab bagi kita. Mudah dipahami maknanya dan diambil pesannya untuk diterapkan dalam hidup.
Masing-masing orang diberi talenta. Berbeda-beda kuantitas dan kualitas untuk tiap orang. Masing-masing diberikan talenta "sesuai dengan kesanggupannya". Ini tergambarkan dalam cerita, ada yang diberi lima, ada yang dua, dan ada yang diberi satu talenta (Mat 25:15).
Kita temukan dalam hidup, ada yang bertalenta untuk bernyanyi, bermazmur, bermain musik, berbakat di bidang olahraga, dsb.
Ada yang bersuara sangat merdu seperti Lyodra Ginting yang menjuarai Indonesian Idol, tapi ada yang bersuara pas-pasan. Ada yang bisa menggubah lagu yang luar biasa seperti Rinto Harahap, tapi punya suara tak sedahsyat Judika.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Jumat 27 Agustus 2021: Kebijaksanaan
Ada yang jago matematika dan mampu menjelaskan rumus-rumus njlimet dengan bahasa sederhana; ada yang terampil mengutak-atik IT.
Walau berbeda, pesan yang paling penting dan mendasar adalah apa pun talentanya, berapa pun jumlah dan bagaimana pun kualitasnya, talenta yang dimiliki itu harus difungsikan, dikembangkan, dimanfaatkan, didayagunakan secara maksimal. Talenta harus "dijalankan dan beroleh laba", begitu bahasa cerita perumpamaannya.
Soalnya, nanti ada pertanggungjawabannya. Yang menggandakan akan mendapat apresiasi, pujian, dapat tanggung jawab yang lebih besar, diikutsertakan dalam kebahagiaan. Sedangkan yang tidak menggandakan, akan dicampakkan dan mengalami ratapan dan kertakan gigi.
Tapi, apakah pesan dan makna perumpamaan hanya sampai di situ, sebatas itu? Kita coba melihat aspek lain yang sebetulnya sungguh mengemuka. Mengapa orang yang mendapat satu talenta tidak menggandakannya?
Katakanlah ia malas, tak punya inisiatif. Mungkin saja mau buka usaha kuliner, tapi modalnya kurang sehingga perlu bantuan dari orang lain, menjadi binaan UKM dari Bank atau koperasi. Mau bikin rekaman tapi tak punya peralatan memadai dan tak trampil berpromosi. Bisa jadi ada yang berbakat besar, tapi malu atau enggan tampil.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Kamis 26 Agustus 2021: Ketidakpastian
Barangkali juga ia ingin mengembangkan talentanya, tapi ia tak punya ruang dan kesempatan, karena dikerangkeng, dibatasi, ditutup aksesnya. Belum apa-apa ia sudah kalah bersaing atau dikalahkan oleh yang lain dengan kekuatan dan kekuasaan besar yang dimiliki.
Penginjil Matius mencatat kata-kata alasan dari si empunya satu talenta, “Tuan, aku tahu bahwa tuan adalah manusia yang kejam, yang menuai di tempat di mana tuan tidak menabur dan yang memungut di mana tuan tidak menanam. Karena itu, aku takut dan pergi menyembunyikan talenta tuan itu di dalam tanah” (Mat 25:24-25).
Ternyata ia mempunyai gambaran yang salah tentang sosok tuannya dan ia terkurung dalam gambarannya itu. Ia dihantui oleh ketakutan yang ada dalam dirinya sendiri.
Memang ada banyak orang yang memendan talentanya karena takut dan cemas. Belum mulai sudah takut duluan. Belum mencoba sudah takut salah, takut gagal. Belum apa-apa, sudah takut orang lain akan omong atau nilai apa. Ia berada dalam gambaran bayangan pikiran dan perasaannya sendiri.
Mari kita membayangkan jalan cerita yang berbeda. Katakan saja, ada rekan atau orang lain yang mau menolong dan memberanikannya agar bisa lebih percaya diri, maka alur kisahnya pasti akan berbeda.
Inilah sikap pastoral yang diharapkan bila kita menjumpai orang yang butuh dibesarkan hatinya, dibimbing, diberi semangat agar berani mengambil risiko. Inilah juga sikap yang diharapkan dari kita yang merasa beruntung seperti kedua hamba yang dipuji. Nurani kita mesti terketuk untuk berupaya menolong orang yang terkurung dalam dirinya, yang terbayang-bayangi ketakutan yang diciptakannya sendiri.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Sabtu 21 Agustus 2021: Menduduki Kursi
Dunia ini memang lebih fokus pada orang yang bertalenta banyak. Lihat saja, masuk ke sekolah saja diprioritaskan pada anak-anak dengan nilai yang bagus, dengan NEM yang telah ditentukan standar minimalnya. Untuk diterima bekerja di perusahaan, umumnya yang lebih diutamakan adalah orang-orang yang memenuhi kualifikasi tertentu. Acara-acara di Televisi selalu penuh dengan orang-orang yang berprestasi dan yang disanjung adalah yang bertalenta luar biasa.
Hari ini rupanya Tuhan Yesus mengetuk hati kita untuk tidak lupa menoleh ke sesama yang tidak mampu untuk "menjalankan dan berolehkan laba" talentanya. Mereka perlu dibantu untuk keluar dari gambaran yang suram, terbebas dari rasa cemas dan takut yang menggerogoti dirinya.
Perumpamaan ini baru separuh jalan. Baru ada dalam Injil dan belum selesai ditulis dalam kehidupan. Kitalah yang mesti melanjutkannya sampai Anak Manusia datang kembali nanti di akhir zaman.
Saatnya nanti, Anak Manusia ingin mendengarkan kelanjutan cerita yang disampaikan-Nya dalam perumpamaan itu. Mudah-mudahan saat itu tak ada dari antara kita yang hanya mengutarakan kembali yang ada dalam Injil, tanpa menambah kelanjutannya dalam hidup masing-masing. Soalnya orang itu akan seperti hamba yang mendapat satu talenta. *
Teks Lengkap Bacaan 28 Agustus 2021:
Bacaan I : 1Tes 4:9-11
Saling Mengasihi Lebih Sungguh
Saudara-saudara, tentang kasih persaudaraan, kiranya tidak perlu aku menulis kepadamu. Sebab kalian sendiri telah belajar kasih mengasihi dari Allah. Hal itu kalian amalkan juga terhadap semua saudara di seluruh wilayah Makedonia.
Tetapi kami menasihati kalian, saudara-saudara, agar kalian lebih sungguh-sungguh lagi mengamalkannya.
Dan anggaplah sebagai suatu kehormatan untuk hidup tenang, untuk mengurus persoalan-persoalan sendiri dan bekerja dengan tangan, sebagaimana te lah kami pesankan kepada kalian.
Demikianlah Sabda Tuhan
Syukur kepada Allah
Mazmur Tanggapan : 98:1.7-8.9
Refr: Tuhan akan datang menghakimi para bangsa dengan adil
- Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan, sebab Ia telah melakukan karya-karya yang ajaib; keselamatan telah dikerjakan oleh tangan kanan-Nya, oleh lengan-Nya yang kudus.
- Biarlah gemuruh laut dan segala isinya, dunia dan semua yang diam di dalamnya! Biarlah sungai-sungai bertepuk tangan, dan gunung-gunung bersorak-sorai bersama-sama di hadapan Tuhan.
- Sebab Ia datang untuk menghakimi bumi. Ia akan menghakimi dunia dengan keadilan, dan mengadili bangsa-bangsa dengan kebenaran.
Bacaan Injil: Matius 25:14-30
Perumpamaan tentang Talenta
Pada suatu hari Yesus mengemukakan perumpamaan berikut kepada murid-murid-Nya, “Hal Kerajaan Surga itu seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka.
Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua, dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat.
Segera pergilah hamba yang menerima lima talenta itu. Ia menjalankan uang itu dan memperoleh laba lima talenta.
Hamba yang menerima dua talenta pun berbuat demikian, dan mendapat laba dua talenta. Tetapi hamba yang menerima satu talenta itu pergi dan menggali lubang di tanah, lalu menyembunyikan uang tuannya.
Lama kemudian pulanglah tuan hamba-hamba itu, lalu mengadakan perhitungan dengan mereka. Hamba yang menerima lima talenta datang dan membawa laba lima talenta.
Ia berkata, ‘Tuan, lima talenta Tuan percayakan kepadaku. Lihat, aku telah beroleh laba lima talenta.’ Maka kata tuannya kepadanya, ‘Baik sekali perbuatanmu itu, hamba yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil!
Aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.
Lalu datanglah hamba yang menerima dua talenta, katanya, ‘Tuan, dua talenta Tuan percayakan kepadaku. Lihat, aku telah mendapat laba dua talenta.’
Maka kata tuan itu kepadanya, ‘Baik sekali perbuatanmu hamba yang baik dan setia! Karena engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara kecil, maka aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.
Kini datang juga hamba yang menerima satu talenta dan berkata, ‘Tuan, aku tahu bahwa Tuan adalah manusia kejam, yang menuai di tempat Tuan tidak menabur, dan memungut di tempat Tuan tidak menanam. Karena itu aku takut dan pergi menyembunyikan talenta Tuan di dalam tanah. Ini, terimalah milik Tuan!’
Maka tuannya menjawab, ‘Hai engkau, hamba yang jahat dan malas! Engkau tahu bahwa aku menuai di tempat aku tidak menabur, dan memungut di tempat aku tidak menanam.
Seharusnya uangku itu kauberikan kepada orang yang menjalankan uang, supaya sekembaliku aku menerima uang itu serta dengan bunganya. Sebab itu ambillah talenta itu dari padanya, dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh talenta itu.
Karena setiap orang yang mempunyai, akan diberi sampai ia berkelimpahan, tetapi siapa yang tidak punya, apa pun yang ada padanya akan diambil.
Dan buanglah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan ada ratap dan kertak gigi’.
Demikianlah Injil Tuhan
Terpujilah Kristus
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/fransiskus-aliandu-rd.jpg)