Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Kamis 26 Agustus 2021: Ketidakpastian
Hidup ini penuh dengan ketidakpastian. Anda tidak tahu apa yang akan terjadi berikutnya. Tak hanya tahun depan, hari esok, bahkan menit berikutnya.
Renungan Harian Katolik Kamis 26 Agustus 2021: Ketidakpastian (Matius 24:42-51)
Oleh: RD. Fransiskus Aliandu
POS-KUPANG.COM - Hidup ini penuh dengan ketidakpastian. Anda tidak tahu apa yang akan terjadi berikutnya. Tak hanya tahun depan, hari esok, bahkan menit berikutnya.
Kalau dokter memberitahu bahwa seorang pasien tak lagi punya harapan hidup; mungkin hanya bisa bertahan satu atau dua bulan lagi; kita sesungguhnya tak tahu apa yang akan terjadi.
Barangkali Anda juga pernah mengalami hal seperti ini. Ada kerabat, kenalan, sahabat, yang barusan kemarin masih segar bugar, ternyata besoknya telah tiada.
Di lain pengalaman, saudaramu yang divonis kanker dan tak akan bertahan hidup, justru bisa sembuh dan segar bugar lagi.
Pengalaman terakhir bisa dikatakan mukjizat. Itu dilihat dari sudut iman. Tapi bukankah kenyataan semua itu setidaknya menunjukkan bahwa segala sesuatu dalam hidup ini tidak ada yang pasti? Anda tidak tahu apa yang akan terjadi kemudian.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Rabu 25 Agustus 2021: Cover dan Isi
Benar bahwa Anda perlu merancang masa depan. Banyak pakar memberi advis, kiat, dan rupa-rupa cara. Dunia pun memberi sejuta kemungkinan. Ada pinjaman usaha, asuransi kecelakaan, dana pensiun.
Tapi kalau dipikir-pikir, segala rencana hidup Anda hanyalah rencana sementara belaka. Kita membuat rencana, tetapi jangan melupakan betapa tidak pastinya hidup ini. Jangan kaget ketika kenyataan hidup tidak sesuai dengan rencana kita.
Saat sendirian bersama para murid-Nya, Yesus memberi pesan, "Berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang" (Mat 24:42).
Dalam konteks injil Matius, pesan Yesus ini merupakan bagian dari kotbah Yesus tentang akhir zaman (bab 24-25). Ini berawal saat para murid mengagumi Bait Allah, Yesus berkata bahwa akan tiba saatnya nanti tidak satu batu pun akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain; semuanya akan diruntuhkan. Dan saat itu merujuk pada kedatangan-Nya kelak.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Senin 23 Agustus 2021: Munafik
Pesan Yesus itu memperlihatkan adanya ketidakpastian akan hari esok. Kita semua memang tidak punya kapasitas apa pun untuk bisa meramal apalagi memastikan apa yang bakal terjadi nanti.
Tapi di balik itu, Yesus sebenarnya menegaskan bahwa Ia punya kapasitas untuk menentukan kepastian hidup kita di hari esok. Ia pastikan bahwa segala yang dibangun, dikagumi akan lenyap. Karena itulah Yesus berpesan agar kita berjaga-jaga.
Kata "berjaga-jaga" sangat populer di antara umat Kristen masa awal. Terutama dalam surat-surat rasul Paulus. Lihat saja misalnya dalam 1 Korintus 16:13; Kolose 4:2; 1 Tesalonika 5:6.10.
Gereja Kristen awal menyadari, betapa mudahnya 'tertidur' di tengah dunia gelap dan yang menidurkan ini, sehingga mereka tak ingat Tuhan dan tak tahu kalau Tuhan datang kepada mereka. Maka, umat Kristen harus berjaga-jaga dan siap sedia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/fransiskus-aliandu-rd.jpg)