Minggu, 26 April 2026

Korupsi: Tidak Sekedar Merugikan Keuangan Negara

Kegiatan pelatihan dasar antikorupsi bagi penyuluh agama se-Indonesia yang diselenggarakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah berakhir.

Editor: Agustinus Sape
Foto pribadi
Yosef Sudarso, S. Fil 

Hilangnya rasa malu dan rasa bersalah yang dipertontonkan oleh para koruptor juga menjadi indikator bahwa korupsi telah merusak moral dan tatanan norma masyarakat.

Dampak korupsi yang sedemikian luas tentu saja menuntut banyak cara, metode dan strategi memberantas korupsi. Sebagai lembaga yang diamanatkan negara memimpin perang melawan korupsi, KPK sudah dan akan selalu melakukan yang terbaik memulihkan citra bangsa ini.

Seiring berjalannya waktu, stigma bangsa yang koruptif harus dihilangkan. Sebuah pekerjaan yang sungguh berat dan tentu saja membutuhkan dukungan serta partisipasi segenap masyarakat.

Dalam konteks ini, tepat kiranya mengutip ucapan bertuah Ali bin Abi Thalib. Sahabat utama Nabi dan khalifah keempat itu berkata, kezaliman akan terus berlanjut bukan karena banyaknya orang jahat, tetapi karena diamnya orang-orang baik (https://m.dream.co.id/your-story/88-kata-kata-bijak-ali-bin-abi-thalib-200511m.html).

Sebagai peserta pelatihan dasar antikorupsi bagi penyuluh agama, kami semua yang terlibat memaknai bahwa ini merupakan awal dari sebuah jalan panjang memberantas korupsi.

Berpegang pada prinsip mencegah lebih baik daripada mengobati, semoga para penyuluh agama tak pernah berhenti menata diri dan kemudian anggota kelompok dampingannya agar menjadi insan antikorupsi.*

Halaman 3/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved