Minggu, 3 Mei 2026

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Kamis 26 Agustus 2021: Ketidakpastian

Hidup ini penuh dengan ketidakpastian. Anda tidak tahu apa yang akan terjadi berikutnya. Tak hanya tahun depan, hari esok, bahkan menit berikutnya.

Tayang:
Editor: Agustinus Sape
Foto Pribadi
RD. Fransiskus Aliandu 

De facto, kita pun sering tertidur di gereja, terpejam dalam pertemuan doa rayon/lingkungan. Bahkan terkadang kita terlelap di kedudukan jabatan dan tugas pekerjaan untuk mengumpulkan uang, terhanyut dalam kenikmatan es kopi di kedai atau cafe.

Tak disangkal kini opa samsung dan oma oppo suka menidurkan kita dengan lagu nina bobo. Kita terbuai oleh ayunan medsos kayak tante facebook, om tweeter, instagram, dan lainnya.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Sabtu 21 Agustus 2021: Menduduki Kursi

Sangat boleh jadi Tuhan melihat kelakuan kita. Maka DIA berkata, "Berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang" (Mat 24:42).

Berjaga sebetulnya aktivitas yang juga sering dilakukan orang. Meski kini ada CCTV yang bisa bantu memantau situasi sekitar, tapi berjaga tetap jadi keharusan tugas dari profesi tertentu. 'Berjaga' akrab untuk Satpam yang menunggui portal, dokter dan juru medis di IGD, Polisi di markas, dan masih banyak lagi.

Bertolak dari pengalaman konkret, kita mengerti kalau Yesus lalu merumuskan pesan-Nya tentang "berjaga-jaga" dengan gambaran kesetiaan seorang hamba.

"Siapakah hamba yang setia dan bijaksana, yang diangkat oleh tuannya atas orang-orangnya untuk memberikan mereka makanan pada waktunya Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang" (Mat 24:45-46).

Kita bisa merumuskan kesetiaan itu begini. "Kebajikan yang terungkap dalam sikap tidak meninggalkan sesuatu atau seseorang dan membentuk persahabatan dengannya".

Ada 2 (dua) unsur pokok kesetiaan, yakni tak meninggalkan dan membentuk persahabatan. Kita tak bisa bilang kita seorang teman yang setia, kalau kita meninggalkan teman.

Hanya, bisa saja, kita tak meninggalkan teman, tapi kita belum jadi setia, kalau kita tak membentuk persahabatan dengannya. Sebagai seorang sahabat, kita harus mau melakukan apapun untuk sahabat, berkorban untuknya walau kadang kecewa.

Pemahaman seperti inilah yang Tuhan minta dari kita. Dia minta agar kita setia pada-Nya hingga akhir zaman. Dia bilang, Dia akan datang pada akhir zaman tanpa diduga; bagaikan pencuri di waktu malam.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Selasa 24 Agustus 2021: Pertemuan!

Kita ingat, hidup ini penuh ketidakpastian. Tapi kita mesti terarah kepada Tuhan, karena Dia (akan) memastikan hidup kita.*

Teks Lengkap Bacaan 26 Agustus 2021:

Ilustrasi bacaan renungan harian Katolik dari Alkitab.
Ilustrasi bacaan renungan harian Katolik dari Alkitab. (POS-KUPANG.COM/AGUSTINUS SAPE)

Bacaan I : 1Tes.3:7-13

Semoga Tuhan membuat kamu berkelimpahan dalam kasih persaudaraan

Saudara-saudara, dalam segala kesesakan dan kesukaran kami menjadi terhibur oleh kamu dan oleh imanmu.

Halaman 2/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved