Minggu, 19 April 2026

Berita Manggarai Barat

Lagi, Dugaan Pemboman Ikan Terjadi di Kabupaten Manggarai Barat 

berada di perairan Laut Sawu yang saat ini merupakan bagian dari wilayah Taman Nasional Perairan (TNP) Laut Sawu

Penulis: Gecio Viana | Editor: Rosalina Woso
Dokumentasi Fadil Mubaraq untuk POS-KUPANG.COM
Sejumlah kapal yang diduga melakukan pemboman ikan di Laut Sawu, Kabupaten Mabar, Rabu 25 Agustus 2021. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gecio Viana

POS-KUPANG.COM, LABUAN BAJO - Dugaan pemboman ikan di wilayah perairan Kabupaten Manggarai Barat kembali terjadi, Rabu 25 Agustus 2021.

Kejadian tersebut terjadi di perairan Laut Sawu tepatnya, di depan Kampung Mbako Desa Nanga Bere, Kecamatan Lembor Selatan, Kabupaten Mabar. 

Warga yang mendapatkan informasi, langsung menuju depan Kampung Mbako dan menemukan 4 kapal nelayan yang tengah melakukan aktivitas penangkapan ikan. 

Dugaan kuat terjadi pemboman ikan, karena warga mendengar terjadi ledakan sebanyak 2 kali dari tengah laut, tidak jauh dari pemukiman warga. 

"Aksi penangkapan ikan menggunakan bahan peledak, sebanyak 2 kali diledakan. Kejadian ini sekitar pukul 16.20 Wita. Setelah mendengar ledakan warga langsung menuju pantai melihat apa yang terjadi dan ditemukan ada 4 kapal," kata seorang warga Desa Nanga Bere, Fadil Mubaraq saat dihubungi POS-KUPANG.COM.

Baca juga: Masyarakat Antusias Ikut Vaksinasi Pesisir di Labuan Bajo Kabupaten Manggarai Barat

Diakuinya, lokasi kejadian berada di perairan Laut Sawu yang saat ini merupakan bagian dari wilayah Taman Nasional Perairan (TNP) Laut Sawu. 

Setelah warga mengetahui aktivitas para nelayan yang diduga menggunakan bahan peledak, lanjut Fadil, 4 kapal tersebut langsung bergerak ke arah utara, atau ke wilayah Desa Benteng Dewa, Kecamatan Lembor Selatan. 

Fadil menjelaskan, kejadian serupa pernah terjadi pada 2017 lalu.

"Mungkin ini yang kedua kalinya. Kalau sebelum ada jaringan telepon, kegiatan seperti ini marak terjadi di Laut Sawu wilayah Desa Nanga Bere," tandasnya. 

Warga berharap, kejadian tersebut menjadi perhatian pemerintah dan semua pihak. 

Sebab, adanya dugaan pemboman ikan tersebut dapat merusak ekosistem laut dan sangat merugikan masyarakat. 

Baca juga: Forum Anak Temukan Angka Kekerasan Terhadap Anak di Manggarai Barat Tinggi di Tengah Pandemi Covid

"Mungkin pemerintah dalam hal ini pihak TNP Laut Sawu dan BKKPN Kupang serta pihak keamanan secara berkala melakukan kegiatan pengawasan untuk menghindari ada nelayan yang menggunakan bahan peledak dalam menangkap ikan, mengingat kegiatan ini berdampak buruk terhadap laut dan tentunya berpengaruh terhadap penghasilan masyarakat nelayan," katanya. 

"Apalagi masyarakat sudah mulai melakukan kegiatan konservasi untuk menjaga laut tetap seimbang seperti kegiatan konservasi penyu," tambahnya. (*)

Berita Manggarai Barat Terkini

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved