Berita Nasional
Ahok Dapat Tantangan dari Presiden Jokowi Soal Pengelolaan Pertamina Blok Rokan: Buktikan Kamu Mampu
Setelah puluhan tahun Blok Rokan dikelola perusahaan berbendera Amerika Serikat, kini Pertamina mengambil alih pengelolaan Blok Rokan tersebut.
POS-KUPANG.COM, JAKARTA – Setelah puluhan tahun Blok Rokan dikelola perusahaan berbendera Amerika Serikat, kini Pertamina mengambil alih pengelolaan Blok Rokan tersebut.
Atas alih kelola itu, Presiden Jokowi memberikan pesan khusus kepada manajemen Pertamnina, perusahaan milik negara tersebut.
Pesan itu tentunya dialamatkan pula pada Komisaris Utama Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama atau biasa disapa Ahok.
“Jangan sampai setelah dikelola Pertamina, produktivitas Blok Rokan justru menurun,” pesan Presiden Jokowi.
Bung Jokowi mengatakan, alih kelola Blok Rokan oleh PT Pertamina dari Chevron Pacific Indonesia merupakan sebuah tantangan.
"Pertamina harus membuktikan bahwa kamu mampu. Direksi, komisaris harus tunjukan kemampuan itu. Jangan sampai produktivitas blok rokan menurun justru setelah kita kelola sendiri," tandas Jokowi.
Baca juga: Pertamina Berkomitmen Salurkan BBM Berkualitas Kepada Masyarakat di NTT
Pernyataan presiden itu terunggah dalam video di akun Instagram resmi Pertamina, Rabu, 11 Agustus 2021.
Pertamina, kata Presiden, harus bekerja keras menjaga keberlanjutan Blok Rokan ini sebagai penopang produksi minyak nasional dan meningkatkan pemanfaatan untuk daerah.
"Saya percaya bahwa Pertamina mampu, mampu mengelola Blok Rokan ini," katanya.
Kepala Negara mengucapkan selamat kepada Pertamina yang kini telah mengelola Blok Rokan.
Blok Rokan tersebut resmi dikelola Pertamina setelah 90 tahun lamanya dikelola oleh Chevron.
Sejak Agustus 2021 Blok Rokan Resmi dikelola oleh anak perusahaan BUMN, yakni PT Pertamina Hulu.
"Selamat atas kembalinya pengelolaan Blok Rokan ini ke bawah pangkuan ibu pertiwi, selamat bekerja untuk seluruh tim dari Pertamina," kata Jokowi.
Pesan Bung Jokowi itu tentunya menjadi PR bagi Ahok yang juga mantan Gubernur DKI Jakarta.
Apakah kembalinya Blok Rokan ke pangkuan ibu pertiwi merupakan catatan sukses lain setelah Ahok menjadi Komisaris Utama di tubuh perusahaan plat merah tersebut?