Breaking News:

Salam Pos Kupang

Pelajaran dari Soleman

SELAIN tanpa hiruk pikuk aneka lomba dan pesta rakyat karena Covid-19, beberapa kejadian menarik mewarnai perayaan HUT ke-76 Kemerdekaan RI

Editor: Kanis Jehola
Dok Pos-Kupang.Com
Logo Pos Kupang 

POS-KUPANG.COM-SELAIN tanpa hiruk pikuk aneka lomba dan pesta rakyat karena Covid-19, beberapa kejadian menarik mewarnai perayaan HUT ke-76 Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2021 kemarin. Di antaranya terjadi di Sumba Barat.

Tepatnya di Desa Ubu Pede, Kecamatan Loli. Soleman Sairo (29), Kepala Urusan Umum Desa Bera Dolu, nekat memanjat tiang bendera yang licin karena Bendera Merah Putih lepas dari terjatuh saat upacara.

Video Soleman memanjat tiang bendera pun viral. Video serupa mengingatkan kembali akan sosok Yohanes Ande Kala Marcal alias Joni Kala Tahun 2018 lalu. Joni yang masih berumur 13 tahun saat itu juga berinisiatif memanjat tiang bendera karena tali terlepas saat pengibaran Merah Putih.

Baik Soleman maupun Joni mengingatkan kita semua soal urgensi cinta Tanah Air. Satu di antara wujudnya adalah berbuat nyata. Walau itu kadang teramat sederhana, tiang bendera. Tapi, tiang bendera bisa saja patah. Soleman dan Joni bisa saja jatuh.

Baca juga: HUT Kemerdekaan RI di Kupang NTT, Sipriana Langsung Bebas

Kalau bukan karena dorongan besarnya cinta kepada Tanah Air, rasanya spirit untuk berkorban tidak akan hadir. Bukankah cinta membidani lahirnya rasa peduli hingga rela berkorban? Soleman bahkan bisa mengubur rasa takut akan ketinggiannya selama ini.

"Saya juga heran sendiri kalau menonton kembali video yang (viral) tadi. Karena sampai di atas itu, bambunya juga goyang. Tapi, sedikit pun rasa ragu, rasa takut itu tidak ada," Soleman yang saat itu baru saja menutup mata, mengucap syukur kepada Tuhan atas anugerah kemerdekaan.

Soleman telah membuat pilihan. Begitu juga Joni Kala. Mereka berbuat dengan apa yang mereka bisa. Berbuat nyata untuk siapa? Untuk orang lain, untuk lingkungan sekitar, untuk bangsa dan negara.

Tentu bisa dengan banyak cara. Ada banyak pilihan. Bisa dari yang paling sederhana. Sesuai dengan porsi dan kompetensi masing-masing. Soleman dan Joni Kala juga seolah mengingatkan kita untuk introspeksi.

Baca juga: Meriahkan HUT Kemerdekaan RI Manajemen PT. Jasa Raharja Gelar JR Merdeka Peduli Indonesia Tangguh

Sebagai individu, sebagai mahluk sosial, apa yang sudah kita perbuat untuk orang lain, untuk bangsa dan negara. Kepedulian terhadap sesama ini, menjadi penting di tengah tumbuh suburnya nilai individualistis dan materialistik.

Apalagi kite tengah dilanda Covid-19. Pandemi mungkin jadi momentum, juga ujian seberapa besar kepedulian kita kepada sesama anak bangsa. Mari bergandengan tangan, berbuat paling nyata, sebisanya.

Bukankah manusia yang paling baik, adalah yang menebar dan memberi manfaat untuk orang lain? Bisa jadi, inilah cara paling "mewah" mengisi kemerdekaan. Wallahualam bishowaf! (*)

Baca Salam Pos Kupang Lainnya

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved