Jumat, 10 April 2026

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Rabu 18 Agustus 2021: Antara Upah dan Kesepakatan

Kesepakatan kerja sudah mereka tetapkan. Masing-masing mereka menerima Satu Dinar per hari,  biarpun waktu kerja  berbeda.

Editor: Agustinus Sape
Dok Pribadi
RD Ambros Ladjar 

Renungan Harian Katolik Rabu 18 Agustus 2021: Antara Upah dan Kesepakatan  (Hakim-Hakim 9: 6 - 15; Mt 20: 1-16) 

Oleh: RD. Ambros Ladjar

POS-KUPANG.COM - Pada kenyataan memang tak mudah kita akui dan menghormati atasan. Apalagi jika erat kaitan dengan jabatan politis.

Orang sangat takut saat ybs berkuasa. Apa pun tindakannya penuh perhitungan. Di depan, orang akan sangat santun berkomunikasi, tapi balik belakang belum tahu.

Perumpamaan Yotam kira-kira menggambarkan demikian. Umat Israel belum dapat menghormati pemimpin. Jabatan raja di mata dunia tak diakui. Bagi mereka satu-satunya raja adalah Allah sendiri. 

Sejatinya ada bahaya jika raja dunia mewakili Tuhan, padahal sejujurnya kelakuan tak patut. Sebab dapat saja membuat segala sesuatu menjadi semakin tak jelas.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Rabu 18 Agustus 2021: Iri Hatikah Engkau Karena Aku Murah Hati?

Kita bisa menyimak narasi injil hari ini. Kerajaan Allah seumpama tuan rumah yang keluar merekrut tenaga kerja.

Kesepakatan kerja sudah mereka tetapkan. Masing-masing mereka menerima Satu Dinar per hari,  biarpun waktu kerja  berbeda.

Ada yang masuk jam 9, jam 12 dan jam 5 sore. Semuanya dapat satu dinar yang sama.

Hal itu yang memicu protes mereka yang masuk kerja pagi. Sebab upah mereka sama besar dengan orang yang masuk kerja paling akhir. Orang jadi buta atas kebaikan majikan.

Memang tak mudah bagi kita untuk menerima dan mengakui kelebihan orang lain. Maunya kita, agar orang lain tak boleh melebihi kita. Tak boleh juga harus sama dengan kita. Semua tak boleh karena kita tak rela disaingi.

Kelakuan ini tak jauh berbeda dengan para buruh tadi. Mereka yang duluan masuk, menuntut keadilan. Padahal dia sendiri sedang tunjukkan keadilan yang benar dari pemberi kerja.

Dia tuntut kelebihan jam kerja, tapi majikan tak bicarakan itu.

Buruh kebun anggur seharusnya bersyukur. Sebab saat lagi menganggur mereka diberi kerja dan diupah.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Rabu 18 Agustus 2021: Upah dan Bonus

Kita perlu merenungkan kata Yesus: "Iri hatikah anda jika Aku buat baik?"

Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved