Rabu, 15 April 2026

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Selasa 17 Agustus 2021: Mengabdi Negara, Melayani Allah

Di Hari Kemerdekaan RI ke-76 Selasa 17 Agustus 2021, Pater Steph Tupeng Witin menulis renungan harian katolik, Mengabdi Negara, Melayani Allah.

Editor: Agustinus Sape
Foto Pribadi
Pater Steph Tupeng Witin SVD 

Injil hari ini mengisahkan bagaimana orang-orang Farisi datang kepada Yesus untuk mencobai dan ingin menjerat Yesus dengan pertanyaan jebakan. “Haruskah kami membayar pajak kepada Kaisar, atau tidak?” (Mat 22:16).

Kaum Farisi seolah mengatakan bahwa mereka adalah golongan yang taat membayar pajak. Mereka ingin mengetahui keberpihakan Yesus. Sebuah strategi licik untuk menjerat Tuhan dengan membenturkannya dengan hal-hal yang bertentangan seputar hak warga terhadap pemerintahan Romawi.

Yesus membaca kemunafikan orang Farisi dengan mengemukakan kesepakatan nasional yang telah mereka buat dengan pemerintah Romawi. Orang Farisi tidak bisa membantahnya sama sekali.

Mulut orang Farisi menunjukkan kasih kepada-Nya tapi Yesus tahu kemunafikan dan kebencian yang menggumpali hati mereka. Kemunafikan itu, sekalipun dilakukan dengan sangat licin, tetap saja tidak dapat disembunyikan.

Tuhan sangat merasakan kebusukan hati kaum Farisi walau terucap secara manis. Ia tahu maksud kamu munafik ini maka ia memperumit masalah sehingga balik menjerat mereka dengan perkatannya sendiri. “Berikanlah kepada kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah” (Mat 22: 21).

Baca juga: Renungan Harian Katolik Kamis 12 Agustus 2021: Mengampuni

Yesus menyadarkan mereka bahwa uang yang sekarang digunakan oleh bangsa Yahudi adalah uang pemerintahan Romawi. Ada gambar kaisar pada salah satu sisinya dan tulisan kaisar pada sisi yang lain.

Simbol itu menarasikan bahwa kaisar dapat menggunakan uang tersebut bagi kepentingan rakyat sebagi kewajiban dan tanggung jawab publiknya sebagai pemimpin. Yesus mengingatkan kaum Farisi agar membayar pajak tanpa mengeluh dan berbantah tetapi tidak boleh lupa memberikan kepada Allah apa yang wajib diberikan kepada Allah.

Kita mendapatkan inspirasi agar mengutamakan kewajiban sebagai jalan rasional untuk mendapatkan dan menerima hak kita. Artinya, kerjakan apa yang menjadi kewajiban kita agar kita dapat menerima hak secara pantas.

Mari kita sumbangkan bagian kita masing-masing, betapa pun kecil dan sederhana agar bisa menjadi titian bersama demi sebuah Indonesia yang sejahtera, damai dan berkemajuan.

Kita melayani negara yang secara konkret terepresentasi dalam diri sesama manusia sebagai jalan religius untuk melayani Allah. Pada saat pandemi ini, Allah memberikan kita kesempatan untuk mengasihi-Nya dalam diri sesama yang menderita dan menjadi korban. *

Renungan harian lainnya

Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved