Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Selasa 17 Agustus 2021: Dipanggil untuk Kemerdekaan

Umat Gereja Katolik menyelenggarakan misa hari raya Kemerdekaan RI ke-76 pada hari Selasa 17 Agustus 2021. Orang Katolik dipanggil untuk kemerdekaan

Editor: Agustinus Sape
Foto Pribadi
RD. Fransiskus Aliandu 

Renungan Harian Katolik Selasa 17 Agustus 2021, Hari Raya Kemerdekaan RI : Dipanggil untuk Kemerdekaan (Matius 22:15-21)

Oleh: RD. Fransiskus Aliandu

POS-KUPANG.COM - Hari ini kita menyanyikan mazmur tanggapan: “Kamu dipanggil untuk kemerdekaan, maka abdilah satu sama lain dalam cinta kasih.”

Kita bermenung, bertolak dari kata-kata indah dari mazmur itu. Ada 4 (empat) kata kunci: dipanggil, kemerdekaan, abdi – mengabdi, cinta kasih.

“Dipanggil”. Kata benda (nomina) adalah panggilan yang berarti imbauan, ajakan, undangan. Tentu kepada seseorang yang memanggil atau kepada sesuatu yang menjadi tujuan. Juga kepada suatu perbuatan, untuk melakukan sesuatu.

“Dipanggil” adalah kata kerja (verb) pasif, merujuk kepada adanya seseorang yang menjadi subyek, orang yang memanggil dan obyek, orang yang dipanggil.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Senin 16 Agustus 2021: Orang Kaya

Dalam konteks Kitab Suci, panggilan merujuk kepada Allah. Allah yang melakukan panggilan. Inisiatif selalu pada Allah. Sejak awal Allah berinisiatif keluar dari diri-Nya dan menyerukan, memanggil, mengundang ciptaan-Nya, teristimewa kita manusia.

Pertama-tama, Allah memanggil kita untuk hadir, untuk berada. Bab pertama Kitab Kejadian mengabadikan kisah tentang penciptaan dunia dan manusia yang luar biasa.

Dengan memanggil (term yang digunakan “berfirman”), maka “jadilah” demikian. “Jadilah” dimaknai sebagai jawaban ciptaan atas panggilan Allah. Ibarat absensi, ada suara yang membacakan nama dan ada jawaban “saya hadir” atau “saya ada”.

Berikutnya, Allah memanggil kita manusia untuk mengikuti-Nya dan melakukan apa yang Ia perintahkan.

Penginjil Markus menampilkan kisah tentang panggilan murid-murid yang pertama. Yesus berjalan di pantai danau Galilea dan Ia melihat Simon dan Andreas, juga Yakobus dan Yohanes. Ia memanggil mereka dan mereka menjawab-Nya dengan mengikuti-Nya.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Senin 16 Agustus 2021: Lepaskan yang Suka Buat Nyaman

Dalam konteks kita, Allah memanggil kita untuk kemerdekaan. Kemerdekaan berkandung makna 2 (dua) hal, yakni pertama, bebas dari belenggu penjajahan bangsa lain.

Para pendahulu kita telah menjawabi panggilan Allah itu. Mereka telah memperjuangkan dan merebut kemerdekaan serta memproklamasikan kemerdekaan bangsa kita 76 tahun yang silam.

Kita zaman now masih terus berusaha untuk menjawabi panggilan Allah untuk bebas dari belenggu apa pun. Ini makna kedua dari kemerdekaan.

Injil Matius menggunakan kata “jerat” lewat kisah orang-orang Farisi yang berunding bagaimana mereka dapat menjerat Yesus dengan pertanyaan, “Bolehkah membayar pajak kepada kaisar atau tidak?”

Baca juga: Renungan Harian Katolik Minggu 15 Agustus 2021: Jiwaku Memuliakan Tuhan dan Hatiku Bergembira

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved