Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Senin 16 Agustus 2021: Lepaskan yang Suka Buat Nyaman
Dengan kemampuan fisik yang prima, berbekalkan keterampilan yang mumpuni, seorang muda akan bekerja powerful dan full time demi membangun masa depan
Yesus menjawab bahwa harus mentaati perintah Tuhan sebagaimana tertuang dalam Sepuluh Perintah Allah.
Orang muda itu menjawab bahwa ia sudah melakukan semuanya itu.
Jawaban itu sebetulnya bukan berarti dia memang taat perintah Tuhan dan sudah melakukan hal-hal itu, tetapi sebetulnya dia tidak mengetahui dan mengerti semuanya itu karena dia tidak pernah hidup dalam pergulatan dunia yang konkret.
Yang ia tahu dan mengerti adalah bahwa dia punya banyak harta yang harus dinikmati. Oleh karena itu, ketika Yesus memintanya untuk pulang dan menjual segala harta miliknya dan memberikannya kepada orang miskin, pergilah ia dengan sedih.
Ternyata segala sesuatu yang membuat kita nyaman di dunia ini seringkali menghalangi kita secara eksistensial untuk mengerti bagaimana jalan yang baik menuju ke surga.
Sedangkan pertarungan yang sesungguhnya dengan kerasnya dunia yang membuat kita mengerti sisi-sisi terang dan gelapnya dunia,
Baca juga: Renungan Harian Katolik, Jumat 24 Januari 2020 : Belajar Menjadi Murid
justeru itulah yang banyak kali memberi kita ruang pengertian yang hakiki tentang jalan menuju surga.
Pada pengertian yang seperti inilah kita harus mengacungkan jempol kepada orang tua yang tidak memanjakan anaknya.
Kita pun perlu salut dengan anak yang tidak menaruh harapan pada kepunyaan orang tuanya, tetapi selalu berjuang dengan sekuat tenaga untuk membangun masa depannya sendiri.
Kesiapsediaan seseorang untuk berjuang di dunia akan menghantarnya memasuki segala risiko yang menuntut pengorbanan.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Jumat 13 Agustus 2021: Tahu Itu Salah
Terkadang perlu menjauh dari yang suka membuat nyaman di dunia ini adalah jalan kebaikan. Pada tahap inilah seseorang akan mengerti bagaimana jalannya untuk memperoleh hidup yang kekal.
Selamat berjuang, Tuhan memberkati. Salve.*