Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Senin 16 Agustus 2021: Lepaskan yang Suka Buat Nyaman

Dengan kemampuan fisik yang prima, berbekalkan keterampilan yang mumpuni, seorang muda akan bekerja powerful dan full time demi membangun masa depan

Editor: Agustinus Sape
Dok Pribadi
RD. Frid Tnopo 

Renungan Harian Katolik Senin 16 Agustus 2021: Lepaskan yang Suka Buat Nyaman (Matius 19:16-22)

Oleh: RD. Frid Tnopo

POS-KUPANG.COM - Masa muda adalah masa yang penuh vitalitas. Masa yang energik untuk melakukan banyak hal.

Dengan kemampuan fisik yang prima, berbekalkan keterampilan yang mumpuni, seorang muda akan bekerja powerful dan full time demi membangun masa depan yang bahagia.

Harapan orang muda adalah hari tua yang bahagia. Oleh karena itu haram bagi orang muda untuk santai. Motto di usia muda adalah “Rajin Pangkal Sukses”.

Kemapanan hidup biasanya dinikmati oleh orang yang sudah tiba di usia separuh baya. Namun ternyata bacaan Injil hari ini menceriterakan tentang orang muda yang kaya.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Minggu 15 Agustus 2021: Bunda Maria Inspirasi Pemberdayaan Perempuan

Tentu masih terlalu dini dia menjadi kaya. Tetapi begitulah kenyataan yang dicatat oleh penginjil Matius. Sejak usia berapa tahun dia mulai mengumpulkan kekayaannya itu, kita tidak tahu.

Apakah dia sudah mulai bekerja sejak kecil karena injil mencatat bahwa banyak hartanya, ya…kecil kemungkinan benar seperti itu.

Jawaban yang mendekati kebenaran adalah bahwa anak muda ini mungkin berasal dari keluarga berada dan dia mewarisi kekayaan orang tuanya.

Itu berarti sejak lahir dia sudah hidup dalam kemewahan bahkan dia sudah menjadi penikmat hidup sejak dalam kandungan ibunya.

Sungguh enak hidup sebagai pewaris harta kekayaan. Hidup serasa telah menyediakan segalanya dan tinggal dinikmati. Tidak perlu bekerja keras. Tidak perlu bertarung dengan kerasnya dunia.

Tidak perlu merasakan persaingan yang menguras tenaga. Tidak perlu berada di bawah terik mentari karena ada cahaya lampu yang bisa menerangi siang dan malam.

Tidak perlu berada di luar ruangan supaya dihantam badai karena AC yang adem dalam ruangan sudah cukup membuat nyaman.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Minggu 15 Agustus 2021: Martabat Luhur Bunda Maria

Namun sayangnya, keadaan demikian ternyata tak cukup membuatnya merasa nyaman. Menjauh dari kenyataan hidup dunia ternyata membuatnya tak cukup mengerti tentang hakekat kebaikan yang sesungguhnya.

Karena itu dia datang dan bertanya kepada Yesus: “Guru, perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?

Yesus menjawab bahwa harus mentaati perintah Tuhan sebagaimana tertuang dalam Sepuluh Perintah Allah.

Orang muda itu menjawab bahwa ia sudah melakukan semuanya itu.

Jawaban itu sebetulnya bukan berarti dia memang taat perintah Tuhan dan sudah melakukan hal-hal itu, tetapi sebetulnya dia tidak mengetahui dan mengerti semuanya itu karena dia tidak pernah hidup dalam pergulatan dunia yang konkret.

Yang ia tahu dan mengerti adalah bahwa dia punya banyak harta yang harus dinikmati. Oleh karena itu, ketika Yesus memintanya untuk pulang dan menjual segala harta miliknya dan memberikannya kepada orang miskin, pergilah ia dengan sedih.

Ternyata segala sesuatu yang membuat kita nyaman di dunia ini seringkali menghalangi kita secara eksistensial untuk mengerti bagaimana jalan yang baik menuju ke surga.

Sedangkan pertarungan yang sesungguhnya dengan kerasnya dunia yang membuat kita mengerti sisi-sisi terang dan gelapnya dunia,

Baca juga: Renungan Harian Katolik, Jumat 24 Januari 2020 : Belajar Menjadi Murid

justeru itulah yang banyak kali memberi kita ruang pengertian yang hakiki tentang jalan menuju surga.

Pada pengertian yang seperti inilah kita harus mengacungkan jempol kepada orang tua yang tidak memanjakan anaknya.

Kita pun perlu salut dengan anak yang tidak menaruh harapan pada kepunyaan orang tuanya, tetapi selalu berjuang dengan sekuat tenaga untuk membangun masa depannya sendiri.

Kesiapsediaan seseorang untuk berjuang di dunia akan menghantarnya memasuki segala risiko yang menuntut pengorbanan.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Jumat 13 Agustus 2021: Tahu Itu Salah

Terkadang perlu menjauh dari yang suka membuat nyaman di dunia ini adalah jalan kebaikan. Pada tahap inilah seseorang akan mengerti bagaimana jalannya untuk memperoleh hidup yang kekal.

Selamat berjuang, Tuhan memberkati. Salve.*

Renungan harian lainnya

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved