Seakan Balas Kritikan Megawati, Fadli Zon Buat Polling Soal BPIP, Publik Minta Dibubarkan, Ada Apa?
Pasca Megawati Soekarnoputri melontarkan pernyataan tentang figur dari Sumatera Barat, kini Fadli Zon seakan membalasnya.
POS-KUPANG.COM, JAKARTA – Pasca Megawati Soekarnoputri melontarkan pernyataan tentang figur dari Sumatera Barat, kini Fadli Zon seakan membalasnya.
Megawati menyebutkan, bahwa dulu ia sangat bangga terhadap para tokoh yang berasal dari Sumatera Barat. Tapi sekarang sudah berbeda, tak seperti yang ia kenal dulu.
Atas pernyataan tersebut, Politisi Partai Gerindra, Fadli Zon meradang. Ia menepis pernyataan Megawati yang juga Presiden ke-5 Indonesia tersebut.
Fadli Zon mengatakan, yang berbeda saat ini justeru yang diperlihatkan oleh tokoh-tokoh pemerintah pusat terhadap Sumatera Barat.
Baca juga: Fadli Zon Sambar Megawati yang Menyebut Tokoh Sumatera Barat Tidak Sepopuler Dulu
Tokoh-tokoh di lingkaran pemerintahan kurang memahami sejarah dan budaya Sumatera Barat.
"Yang sudah beda justeru sikap beberapa tokoh pemerintahan pusat thd Sumbar karena kurang paham sejarah dan budaya Minang yang demokratis dan antifeodalisme.”
Fadli Zon melontarkan pernyataan ini melalui akun twitternya, @fadlizon, Jumat 13 Agustus 2021.
Menurut Fadli Zon yang juga Ketua Umum IKM (Ikatan Keluarga Minangkabau) itu, masyarakat Sumatera Barat tidak pernah berubah.
Masyarakat Minang, katanya, memegang teguh prinsip yang dikenal dengan istilah basandi syarak, syarak basandi kitabullah.
Baca juga: Tanggapi Kritik Fadli Zon Soal Perizinan TKA China, Netizen Bandingkan dengan PM Thailand Shinawatra
Atau adat yang digunakan harus bersendikan kepada syariat Islam yang pada gilirannya didasarkan pada Alquran dan Sunnah.
"Urang Minang (Sumatera Barat) dg adat istiadatnya "adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah" tak pernah berubah," tandas Fadli.
Usai melontarkan pernyataan itu, Fadli Zon lantas membuat polling melalui akun twitternya.
Dalam polling tersebut, Fadli Zon meminta respon publik terhadap keberadaaan BPIP atau Badan Pembina Ideologi Pancasila.
Baca juga: Fadli Zon Sindir Jaksa Agung Soal Status Jaksa Pinangki, Netizen Malah Kecewa dengan Prabowo
Polling yang dibuat Fadli Zon tersebut, menyusul protes keras sejumlah pihak mengenai lomba menulis yang diselenggarakan oleh BPIP.
Dalam poster yang diunggah akun @BPIP RI, badan tersebut mengumumkan lomba penulisan artikel tingkat nasional.
Lomba menulis artikel tersebut, diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2021.
Dan, yang disoroti Fadli Zon adalah tema yang diusung dalam kompetisi tersebut.
Baca juga: Cuit Kondisi Mengharukan Pasien Covid-19, Mahfud MD Langsung Disinis Fadli Zon: Harusnya Minta Maaf
Dalam unggahan itu, ada dua tema utama yang dipersyaratkan.
Tema pertama, Hormat Bendera Menurut Hukum Islam.
Tema kedua, Menyanyikan Lagu Kebangsaan Menurut Hukum Islam.
Terkait polling, Fadli Zon bertanya "@BPIPRI dibubarkan?"
Hingga pukul 7.45, sudah 795 warganet memberikan suara.
Baca juga: Seruan Unjukrasa Tak Terbukti, Fadli Zon Sebut Hal Mengejutkan: Ini Bikin Malu Intelijen Negara
Hasilnya, sebanyak 95 persen menyatakan setuju jika BPIP dibubarkan.
Sisanya, tidak setuju BPIP dibubarkan.
Sebelumnya, Fadli Zon juga memberikan kritik atas tema yang diangkat dari kompetisi menulis itu.
Fadli menyebut, pemilihan tema yang diangkat tersebut membuktikan bahwa BPIP sangat dangkal dalam memahami antara Islam dan Pancasila.
Bahkan, Fadli Zon memandang, ada upaya untuk menuduh Islam mempermasalahkan hormat kepada bendera dan menyanyikan lagu Indonesia raya.
Baca juga: Seruan Unjukrasa Tak Terbukti, Fadli Zon Sebut Hal Mengejutkan: Ini Bikin Malu Intelijen Negara
"Tema lomba BPIP ini menunjukkan betapa dangkalnya BPIP memahami Islam dan Pancasila. Ini produk Islamophobia akut dan cenderung menuduh Islam mempermasalahkan hormat bendera dan lagu kebangsaan Indonesia Raya," tulis Fadli Zon di Twitter, dikutip pada Jumat 13 Agustus 2021.
Fadli Zon pun meminta agar BPIP merubah tema lomba penulisan tersebut karena berpotensi memecah-belah bangsa.
"Segeralah ganti tema agar tidak memecah belah bangsa," imbuhnya
Tema Terlampau Tendensius
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera juga merasa geram dengan kompetisi menulis yang digelar oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP)
Baca juga: Meski Rektor UI Mundur dari Bank BRI, Tapi Fadli Zon Masih Marah, Sebut Citra UI Terlanjur Dinodai
Mardani menilai, tema yang diangkat dalam lomba tersebut cukup tendensius.
"Aneh temanya dan terkesan tendensius. Jadi buka luka lama saat dikatakan musuh Pancasila itu agama. BPIP mestinya menyatukan bukan buat kontroversi," tulis Mardani di Twitter, Jumat 13 Agustus 2021.
Mardani mengungkapkan, masih banyak tema lain yang bisa dipilih dalam lomba yang digelar untuk memeringati Hari Santri tersebut.
"Ada ide tema lain yang lebih visioner dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional seperti “Pandangan Santri dalam bahaya Perubahan Iklim”. Atau “Santri untuk Indonesia bebas korupsi”."
Baca juga: Sebut Indonesia Darurat Militer Tangani Pandemi, Muhadjir Diskak Fadli Zon: Ngawur, Mana Militernya?
"Tapi mengubah tema hanya permukaan, paradigma BPIP mestinya menyatukan dan menguatkan peran agama dalam bingkai harmoni. BPIP perlu evaluasi total," tandasnya
Dibully warganet
Sejumlah warganet juga mempermasalahkan pemilihan tema dalam lomba berhadiah Rp5 juta tersebut.
Sebagian menanyakan apa motif BPIP yang membandingkan dua sudut pandang seorang pemeluk agama dalam bernegara dan bernegara.
Lainnya menganggap bahwa tema tersebut hanya akan menimbulkan perdebatan bahkan bisa memecahbelah kerukunan masyarakat.
Baca juga: Fadli Zon, Andi Arif, Benny Harman Buka Suara Soal Penanganan Covid, Gedung DPR Jadi RS Darurat?
"Saya jadi penasaran melihat cara berpikir anggota lembaga ini… bikin lomba tapi ga ada kaitannya… lagi mau ngumpulin bahan buat alasan ya??? Malu sekali saya," tulis @AwudM
"Kenapa mencari tema yg seakan 'membenturkan' Pancasila dg Islam? Tdk adakah tema lain yg lebih 'pas'?" tulis @Triyanto805
Adapula warganet yang memberikan saran ide agar BPIP tidak menjadi bahan bullyan dari netizen.
"Gue kasih ide tema yak, biar gak dibully netizen.. - Semangat gotong royong santri dalam menghadapi krisis pandemi. - Pendidikan pesantren dalam pencegahan tindakan korupsi," tulis @qoidf12
Berita Lain Terkait Megawati Soekarnoputri
Artikel ini telah tayang di WartaKotalive.com dengan judul Fadli Zon Bikin Polling di Twitter Soal BPIP, Hasil Sementara 95 Persen Setuju BPIP Dibubarkan