Selasa, 19 Mei 2026

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Jumat 13 Agustus 2021: Tegar Hati

“Karena ketegaran hatimu, Musa mengizinkan kamu menceraikan istrimu tetapi sejak semula tidaklah demikian” (Mat 19: 8)

Tayang:
Editor: Agustinus Sape
Foto Pribadi
Pater Steph Tupeng Witin SVD 

Renungan Harian Katolik Jumat 13 Agustus 2021: Tegar Hati (Mat 19: 3-12)

Oleh: Pater Steph Tupeng Witin SVD

POS-KUPANG.COM - “Karena ketegaran hatimu, Musa mengizinkan kamu menceraikan istrimu tetapi sejak semula tidaklah demikian” (Mat 19: 8)

Kidung Agung menggambarkan relasi antara Allah dengan umat Israel seperti relasi cinta sepasang kekasih. Relasi sangat intim dan tidak akan pernah terpisahkan.

Relasi itu telah menjadi matang dalam perjalanan waktu dan dibentuk dengan pengalaman jatuh-bangun sepanjang hidup. Ada saat-saat dimana masing-masing merasa lelah, letih dan lesu berziarah hidup. Ada saat dimana orang kehilangan harapan. Berada dalam situasi gagap.

Tapi masa-masa krisis itu justru menjadi momen indah untuk mengenang kisah kasih Tuhan dalam merajut kasih hingga mengutuhkan kembali relasi mereka.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Kamis 12 Agustus 2021: Mengampuni Terus-menerus

Kenangan itu terkadang menghadirkan guliran air mata sedih, sesal dan bahagia karena Tuhan tidak pernah tidak setia. Manusialah yang terlampau kelewat melenceng dari komitmen bersama-Nya.

Inilah saat indah merajut kembali langkah menuju masa depan sambil memutar ulang memori masa lalu yang sarat pesan.

Selama berziarah di padang gurun, relasi antara Allah dan bangsa Israel melewati pelbagai kesulitan dan tantangan. Musa begitu sabar meladeni keinginan umat Israel yang merengek-rengek agar hasratnya terpenuhi. Israel tidak peduli betapa sakit hatinya Allah melihat perilaku Israel yang bebal.

Selalu terulang terus menerus. Kesetiaan Musa hanya sampai di Gunung Nebo untuk melihat hamparan masa depan Israel di tanah Kanaan.

Yosua yang memimpin Israel memasuki tanah impian Kanaan. Yosua menyadari kebebalan Israel maka ia mengajak mereka untuk membarui perjanjian dengan Allah.

Yosua mengajak umat Israel merenungkan kembali kisah kasih Allah yang nyata kepada Israel sejak zaman Abraham, Ishak, Yakub, Musa dan masa kini.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Rabu 11 Agustus 2021: Menegor Sesama

Kenangan akan sejarah kasih dan kebaikan Allah menyalakan kembali api cinta Israel kepada Allah yang selanjutnya memacu mereka setia pada perjanjian.

Yesus dalam Injil mencela ketegaran hati orang-orang Farisi yang selalu memaksakan kehendaknya kepada Musa. Hati yang tegar identik dengan orang yang keras kepala, kepala batu: mengutamakan kemenangan ego meski harus melanggar aturan bersama.

Ketegaran hati berdampak negatif: tidak peka dan tidak peduli dengan orang lain dan bisa merugikan keutuhan hidup bersama yang mesti taat pada aturan.

Ketegaran hati boleh jadi adalah tanda dari krisis hidup. Orang merasa lelah dan letih dalam hidup. Fakta ini hadir dalam pilihan hidup apa pun. Berkeluarga maupun hidup membiara.

Konsekuensi logis dari setiap pilihan yang mesti diterima dan dijalani dengan hati bebas dan jiwa merdeka. Kiblat setiap pilihan hidup adalah keutuhan hidup yang terajut dalam relasi yang harmonis.

Tapi selalu ada “hati yang tegar” yang bisa merusak keutuhan pilihan hidup itu. Saat krisis ini menjadi momentum sangat menentukan untuk bertobat dan kembali ke jalan yang benar.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Selasa 10 Agustus 2021: Berani dan Rela Berkorban

Ketika dilanda badai “ketegaran hati” baiklah kita belajar dari Israel. Duduk tenang. Kenang kembali alur sejarah hidup. Rasakan betapa hidup itu indah.

Di balik keindahan itu ada Tuhan yang tidak pernah tidak setia. Biar sedetik pun, Dia setia hadir. Lihatlah cincin cinta Tuhan yang mengalungi seluruh dirimu yang utuh.

Meski tubuh tercemar karena “ketegaran hati” tapi Dia menerima kita dengan cinta murni. Kesadaran ini akan menyalakan kembali api cinta Tuhan yang seolah hendak padam. Nyala cinta Tuhan itu akan menuntunmu menuju masa depan baru.*

Renungan harian lainnya

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved