Tanggapi Kritik Fadli Zon Soal Perizinan TKA China, Netizen Bandingkan dengan PM Thailand Shinawatra

"Setelah cat pesawat merah, kini karpet merah lagi untuk TKA China. Pemerintah tidak bisa dipercaya! Siapa sebenarnya yang bekingi TKA China?"  

Penulis: Agustinus Sape | Editor: Agustinus Sape
Instagram/fadlizon
Anggota DPR RI dari Partai Gerndra Fadli Zon kritik kebijakan Pemerintah terkait perizinan TKA asal China di saat penerapan PPKM Level 4 di Indonesia. 

Tetapi Dunia dikejutkan dengan adanya demo besar-besaran rakyat Thailand yang didukung penuh Angkatan Darat dan direstui Raja Bhumibol untuk menurunkan PM Thaksin.

Bahkan seluruh negara Asean dan dunia mengecam kudeta tersebut, hingga PBB turun tangan.

Tetapi Dunia dikejutkan juga dengan militansi dan nasionalis rakyat dan tentara AD Thailand, yang berhasil membongkar rahasia konglomerat yang menjadi PM Thailand tersebut.

Mengapa rakyat yg semula memuja berubah menjadi marah? Karena Thaksin yang baik hati serta murah senyum tersebut ternyata:

- Terbongkar memanipulasi garis nasabnya dengan bantuan RRC yang semula mengaku asli Thai, ternyata berdarah china

- Awalnya rakyat bangga memiliki PM konglomerat, ternyata dia adalah orang yang dilatih dan dipersiapkan RRC sejak lama, di awali dgn mengeruk uang negara/korupsi untuk dirinya dan partainya.

- Menghimpun arus uang rakyat dan uang negara diarahkan keluar negeri (China). Melalui hutang, pembangkrutan BUMN, penggadaian aset, penggadaian SDM melalui UU Buruh, industri, tenaga kerja dan sebagainya.

- Terbongkar bahwa Thaksin boneka China, untuk membuka pintu China menguasai Thailand baik ideologi sekuler maupun ekonomi.

Ini yg membuat militer dan raja Thailand marah.

Dunia mengira Junta Militer akan menguasai pemerintahan.

Ternyata militer hanya menyelamatkan negara yang akan dimasuki gerombolan warga China (eksodus secara perlahan).

Setelah tertib dan rapi, militer memberikan lagi kepada sipil sesuai konstitusi.

Yang mengacaukan situasi adalah buruh ketik propaganda, media mainstream, karena media di bawah kendali penyandang dana China juga.

Tanpa militer Thailand yang berani ambil resiko, yang rela di terjang kecaman dunia, konstitusi yg telah dipelintir di terjang, tiada tawar menawar bagi pengkhianatan, demi Ideologi bangsa sebenarnya, dan nasib rakyat.

Demikian ulasan akun makhaira.fin.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved