Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Rabu 11 Agustus 2021: Menegur Sesama dalam Kasih Persaudaraan

Menegur adalah hal yang mudah diucapkan, namun seringkali sulit untuk dilakukan. Ada rIsiko dalam menegur seseorang.

Editor: Agustinus Sape
Dok Pribadi
RD Eman Kiik Mau 

Renungan Harian Katolik Rabu 11 Agustus 2021: Menegur Sesama dalam Kasih Persaudaraan (Mat 18:15-20)

Oleh: RD. Eman Kiik Mau

POS-KUPANG.COM - Menegur adalah hal yang mudah diucapkan, namun seringkali sulit untuk dilakukan. Ada rIsiko dalam menegur seseorang. Mungkin akan menimbulkan ketidakenakan dan perselisihan bila yang ditegur itu tidak dapat menerima dengan baik teguran itu.

Namun Injil Matius hari ini mendorong kita untuk menegur saudara kita yang berbuat dosa. Yesus tidak minta kita untuk menegur siapa pun yang berbuat dosa. Yang Yesus minta ialah saudara kita.

Dasar dari teguran haruslah kasih dan berorientasi pada kepentingan saudara kita. Banyak orang yang menegur dengan amarah dan akhirnya berakhir dengan tuntutan.

Yang harus dibenci adalah dosanya dan bukan orangnya. Berhati-hatilah, karena orientasi dalam teguran bisa menjadi salah.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Rabu 11 Agustus 2021: Menegor Sesama

Ketika saudara kita berdosa dan sebelum kita datang untuk menegurnya, berdoalah terlebih dahulu agar Roh Kudus bekerja dan teguran itu mendatangkan kebaikan bagi saudara kita.

Dan tentang teguran itu diterima atau tidak, menyadarkan atau tidak, izinkanlah Roh Kudus yang bekerja. "Teruslah berdoa, agar engkau mendapatkannya kembali" (Mat 18:15).

Hari ini Gereja memperingati Santa Klara, Perawan. Ia lahir di Assisi Italia, 16 Juli 1194. Ia hidup dengan jaminan material yang berkecukupan.

Walau demikian, ia tumbuh jadi seorang gadis yang bersahaja. Ia kagum akan cara hidup Santo Fransiskus Assisi, rekan sekampung yang rela meninggalkan segala miliknya untuk pengabdian kepada Allah sungguh amat memengaruhi hidupnya.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Senin 9 Agustus 2021: Syukur dan Taat

Pada tahun 1212, pada usianya yang ke-18 tahun, Klara meninggalkan rumah dan menemui Santo Fransiskus untuk menerima jubah kasar dan miskin sebagai tanda kesungguhan hatinya untuk mengabdi Kristus.

Cinta akan kemiskinan demi Kristus membuka hati bagi orang lain dan membuat kita kaya akan cinta kasih. Marilah kita memilih hal yang baik seperti yang diamalkan oleh Santa Klara.

Santa Klara, Perawan telah meyakinkan kita semua bahwa penderitaan yang kita hadapi tidak seimbang dengan segala kebahagiaan yang akan kita peroleh kelak.

Ia berkata, "Berbahagialah jiwa, yang diperbolehkan menghayati hidup ini bersama Kristus dan dengan sepenuh hati berpaut kepada-Nya."

Baca juga: Renungan Harian Katolik Minggu 8 Agustus 2021: Akulah Roti Hidup

Allah Bapa Maha Baik. Syukur bagi-Mu karena Engkau senantiasa memberi waktu dan kesempatan kepada kami untuk berbuat kebaikan. Kuatkanlah kami agar kami mampu menjawab undangan-Mu untuk memaknai hidup menuju keselamatan. Kiranya kami selalu setia dan jujur dalam mengikuti Dikau. Santa Klara, doakanlah kami. Amin.*

Renungan harian lainnya

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved