Breaking News
Jumat, 15 Mei 2026

Timor Leste

Begini Sejarah Terbentuknya Negara Timor Leste, Lengkap dengan Daftar Kota di Bumi Lorosae

Yuk kita cari tahu mengenai sejarah Timor Leste dan kota apa saja yang ada di Timor Leste.

Tayang:
Penulis: Maria Enotoda | Editor: maria anitoda
istimewa
Bendera Timor Leste- Sejarah terbentuknya negara Timor Leste 

Begini Sejarah Terbentuknya Negara Timor Leste, Lengkap dengan Daftar Kota di Bumi Lorosae

POS-KUPANG.COM- Tahukah kalian negara Timor Leste?

Timor Leste dulu pernah menjadi bagian dari Indonesia tahun 1976 sebagai provinsi ke-27.

Tetapi kini Timor leste sudah merdeka dan menjadi sebuah negara sendiri.

Yuk kita cari tahu mengenai sejarah Timor Leste dan kota apa saja yang ada di Timor Leste.

Baca juga: Perbandingan Jumlah Warga yang Divaksinasi Antara Timor Leste, Australia dan Indonesia

Dilansir dari Wikipedia, sejarah Timor Leste berawal dengan kedatangan orang Australoid dan Melanesia.

Orang dari Portugal mulai berdagang dengan pulau Timor pada awal abad ke-15 dan menjajahnya pada pertengahan abad itu juga.

Setelah terjadi beberapa bentrokan dengan Belanda, dibuat perjanjian pada 1859 di mana Portugal memberikan bagian barat pulau itu.

Jepang menguasai Timor Timur dari 1942 sampai 1945, tetapi setelah mereka kalah dalam Perang Dunia II Portugal kembali menguasainya.

Baca juga: Pria Timor Leste Ini Ingin Jadi WNI, Nekat Masuk ke NTT Lewat Jalan Tikus, Kisahnya Bikin Haru, Apa?

Reruntuhan bekas Polsek dan Koramil di Metinaro, yang hancur lebur diamuk massa.

Pada tahun 1975, ketika terjadi Revolusi Bunga di Portugal dan Gubernur terakhir Portugal di Timor Leste, Lemos Pires, tidak mendapatkan jawaban dari Pemerintah Pusat di Portugal untuk mengirimkan bala bantuan ke Timor Leste yang sedang terjadi perang saudara, maka Lemos Pires memerintahkan untuk menarik tentara Portugis yang sedang bertahan di Timor Leste untuk mengevakuasi ke Pulau Kambing atau dikenal dengan Pulau Atauro.

Setelah itu FRETILIN menurunkan bendera Portugal dan mendeklarasikan Timor Leste sebagai Republik Demokratik Timor Leste pada tanggal 28 November 1975.

Menurut suatu laporan resmi dari PBB, selama berkuasa selama 3 bulan ketika terjadi kevakuman pemerintahan di Timor Leste antara bulan September, Oktober dan November, Fretilin melakukan pembantaian terhadap sekitar 60.000 penduduk sipil (sebagian besarnya adalah pendukung faksi integrasi dengan Indonesia).

Dalam sebuah wawancara pada tanggal 5 April 1977 dengan Sydney Morning Herald, Menteri Luar Negeri Indonesia Adam Malik mengatakan bahwa "jumlah korban tewas berjumlah 50.000 orang atau mungkin 80.000".

Baca juga: 11Tahun Timor Leste Sangat Berharap Masuk ASEAN,Bermasalah Ini Biang Keroknya, Ini Kata Ramos-Horta

Tak lama kemudian, kelompok pro-integrasi mendeklarasikan integrasi dengan Indonesia pada 30 November 1975 dan kemudian meminta dukungan Indonesia untuk mengambil alih Timor Leste dari kekuasaan FRETILIN yang berhaluan Komunis.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved