Breaking News:

Wakil Bupati Nagekeo Lakukan Kunjungan Kerja ke SDK Tonggo di Kecamatan Nangaroro

Wakil Bupati Nagekeo, Marianus Waja kembali melakukan kunjungan kerja ke SDK Tonggo, di Kecamatan Nangaroro

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI
Wakil Bupati Nagekeo, Marianus Waja melihat kondisi ruangan SDK Tonggo, Rabu 4 Agustus 2021. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi

POS-KUPANG.COM, BAJAWA-Wakil Bupati Nagekeo, Marianus Waja kembali melakukan kunjungan kerja ke SDK Tonggo, di Kecamatan Nangaroro, Rabu 4 Agustus 2021.

Dalam kunjungan tersebut, Marianus langsung meninjau ke setiap ruangan kelas, perpustakaan dan juga laboratorium (pada tingkat SMP) didampingi kepala sekolah, komite dan para guru kelas untuk melihat kondisi secara riil.

"Saya ingin melihat secara langsung kondisi fisik sekolah dan ingin bertemu langsung dengan para pendidik, ketua komite dan kepala desa. Kita sekarang sudah masuk di era reformasi pendidikan dan saya ingin mengingatkan bagaimana kita mendidik anak secara bai," ungkapnya.

Marianus mengatakan, hampir disetiap ruangan pintu kelasnya bermasalah kebanyakan kuncinya rusak parah, ada juga lantainnya rusak, jendelanya tinggal kosen saja, dan meja banyak rusak.

Baca juga: Bupati & Wakil Bupati Nagekeo Ucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri

"Saya minta ini diperbaiki yang rusak rusak jangan tunggu proyek, komite dan kepala desa diharapkan bantu dan dampingi ini dan setelah diperbaiki itu harus dirawat dengan baik," ungkapnya.

Marianus mengatakan bahwa, khusus untuk gedung perpustakaan sekolah, menurutnya perpustakaan bukan dijadikan gudang buku tetapi perpustakaan dijadikan sebagai tempat untuk mendapat inspirasi dari membaca buku.

"Globe dan peta dunia harus letakan di dalam ruangan kelas. Jangan hanya menumpuk buku di perpustakaan. Ini bukan gudang. Perpustakaan itu ditata supaya anak merasa nyaman pada saat membaca. Masuk perpustakaan itu silentium, diam tidak boleh bicara. Anak bisa dapatkan inspirasi dari buku bukan dari teman atau dari guru itu terjadi di ruangan kelas. Buku mata pelajaran dibagikan kepada siswa, lebih baik buku itu rusak karena dibaca dan anak pintar dari pada tetap bagus tersimpan disini anak tidak dapat apa apa," ujarnya.

Wakil Bupati Marianus, berharap agar para pendidik memperhatikan kompetensi minimal peserta didik pada setiap level atau jenjang pendidikan.

Baca juga: Wakil Bupati Nagekeo: Kades Harus Menjadi Teladan Bagi Masyarakat Desa

"Kelas 1 sampai kelas 3 harus tuntas calistung. Kelas 1 harus wajib membaca lancar, Kelas 2 wajib bisa menulis dengan baik dan benar. Kelas 3 bisa berhitung dengan tepat, (kali bagi, tambah kurang.) Kelas 4 anak bisa membaca dengan benar dan paham. Kelas 5 mampu menceritakan kembali dengan kalimat dan bahasa sendiri dengan tidak menghilangkan isi cerita. Anak bisa berimajinasi. Kelas 6, tidak ada silabus baru, anak mengulang materi dan siap diri untuk ujian akhir. Harus disaring betul. Jika tidak bisa mencapai kompetensi minimal tersebut anak jangan naik kelas. Lebih baik tidak naik kelas daripada tidak lulus, karena tidak lulus akan lebih beban psikologisnya," ungkapnya.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved