Berita TTU
Keluarga Tak Terima Pasien Meninggal Divonis Covid-19
Adu mulut sempat terjadi saat keluarga memaksa masuk ke dalam rumah sakit untuk bertemu dengan Dokter yang menangani pasien
Penulis: Dionisius Rebon | Editor: Rosalina Woso
Keluarga Tak Terima Pasien Meninggal Divonis Covid-19
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon
POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU-Keluarga pasien bernama Yosep Taeki Lake, yang meninggal dunia di Rumah Sakit Leona Kefamenanu, tidak menerima pasien divonis Covid-19.
Pasalnya, Almahrum Yosep Take Lake yang merupakan warga Desa Nainaban, Kecamaatan Bikomi Nilulat, Kabupaten Timor Tengah Utara, NTT ini disebut mengalami sakit pada dada karena jatuh dan terbentur batu beberapa waktu lalu.
Selain itu, pasien juga telah mengalami stroke kurang lebih selama dua tahun belakangan ini.
Hal ini disampaikan anak dari almahrum Yosep Taeki Lake, bernama Kristoforus Xaverius Lake kepada POS-KUPANG.COM, Senin, 2 Agustus 2021.
Dikatakan Kristoforus, karena termakan usia, sebelumnya almahrum terjatuh sebanyak 4 kali dan belum diurut. Hal ini menyebabkan Almahrum mengeluh sakit pada dada.
Baca juga: Dosen Kimia Unimor Latih Penenun Buatkan Pasta dan Serbuk Warlami Indigo di Desa Amol TTU
"Belum urut karena anak semua keluar hanya dengan mama tua. Kemarin Ade nona saya ke sana sempat telpon saya bilang No datang sudah bapa punya keadaan begini," tambahya.
Perihal penyebab sakit tersebut, lanjut Kristororus, pernah disampaikan langsung oleh pasien sebelum diantar ke Rumah Sakit Leona. Pada momen tersebut juga pasien tersebut kesulitan makan karena sakit yang dideritanya.
"Kami datang minta bantuan tolong infus karena makannya agak susah," tukasnya.
Setibanya di RS Leona Kefamenanu, ujar Kristoforus, para tenaga kesehatan melakukan rapid Antigen terhadap pasien tersebut dan hasilnya Positif.
Baca juga: Anggota DPRD TTU Sebut Pimpinan Dewan Bersikap Sepihak dan Tidak Terpuji
Merespon hal ini, Kristoforus menganjurkan kepada tenaga kesehatan untuk membawa pulang pasien ke rumah salah satu keluarganya. Sebelum meninggalkan Rumah Sakit Leona, seorang tenaga kesehatan kemudian meminta keluarga untuk menandatangi sebuah surat yang tidak diketahui isi pernyataannya.
Ia menjelaskan, meskipun demikian adiknya kemudian menandatangani surat tersebut. Pada hari Minggu, 01 Agustus 2021, pasien kemudian dijemput tim satgas Covid-19 Kabupaten TTU untuk menjalani perawatan di RS Leona.
"Dari saya tidak terima memang (pasien divonis Covid-19). Satu titik pun saya tidak terima memang," bebernya.
Adu mulut sempat terjadi saat keluarga memaksa masuk ke dalam rumah sakit untuk bertemu dengan Dokter yang menangani pasien, namun dihadang aparat Polisi dan TNI serta Satpol PP yang sedang berjaga di halaman ruang IGD.
Baca juga: Politisi Senior PDI-P Mantan Calon Bupati TTU Langsung Dimakman di Maubesi dengan Protokol Covid-19
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/para-keluarga-pasien-ketika-berdebat.jpg)