Masih Pandemi, SMK PP Negeri Kupang Terapkan Praktik Kerja Lapang di Rumah

PKL yang akan dimulai pada 2 Agustus hingga 1 Oktober 2021 telah direncanakan untuk diadakan di 12 instansi dan DU/DI (Dunia Usaha/Dunia Industri)

Editor: Hermina Pello
SMK PP Kupang
SMK PP Kupang melakukan Pembekalan PKL dari rumah 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Lantaran masih pandemi Covid-19 serta diterapkannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), SMK PP Negeri Kupang akhirnya memutuskan untuk melaksanakan kegiatan praktek kerja lapang (PKL) di rumah.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengajak insan pendidikan vokasi pertanian untuk tetap mengutamakan kesehatan serta mampu beradaptasi dalam menghadapi Covid-19.

“Covid-19 dan vokasi adalah bagian dari cerita baru dunia, dimana Covid-19 mengubah ke arah yang lebih digital. Kita mengurangi pertemuan fisik menjadi digital,” tuturnya.

Hal senada dinyatakan oleh Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi.

Baca juga: Gandeng DPR RI, BPPSDMP Bimtek Peningkatan Kapasitas Petani Milenial dan Penyuluh di NTT

“Pendidikan vokasi pertanian ditujukan untuk membangun milenial pertanian Indonesia yang berkualitas, yang mampu menghasilkan job creator dan job seeker. Kolaborasi yang perlu diperkuat adalah antara industri, akademisi dan pemerintah," katanya.

Hanya saja, Dedi mengingatkan jika dalam kondisi pandemi saat ini, menjaga kesehatan adalah hal utama.

"Dengan menjaga kesehatan, kita mampu berbuat apa saja untuk pertanian. Insan pertanian harus tetap jaga kesehatan," imbaunya.

Keputusan PKL dari rumah disampaikan oleh Kepala  SMK PPN Kupang, Stepanus Bulu pada pembekalan PKL 2021 yang dilaksanakan melalui zoom meeting, Jumat 30 Juli 2021

Baca juga: SMK PP N Kupang tidak akan Biarkan Corona Masuk ke Dalam Kompleks Sekolah

Sebelumnya, PKL yang akan dimulai pada 2 Agustus hingga 1 Oktober 2021 telah direncanakan untuk diadakan di 12 instansi dan DU/DI (Dunia Usaha/Dunia Industri) yang berada di Pulau Timor.

Namun keputusan PKL di rumah akhirnya diambil dengan kesehatan dan keselamatan peserta didik sebagai pertimbangan utama.

Dalam sambutannya Stephanus secara resmi memohon maaf karena pembatalan tersebut.

"SMK-PP Negeri Kupang tetap akan berusaha memberikan pengalaman Praktik Kerja Lapang dengan bimbingan dari tim pengajar dari SMK-PP Negeri Kupang," katanya.

Baca juga: Budidaya Jagung Pulut Yahut ala SMK-PP N Kupang

Dalam pemaparannya, Ketua Panitia PKL menyatakan praktik akan tetap dilaksanakan dengan menggunakan bahan dan alat yang tersedia di sekitar. Jikalau ada masalah terkait ketiadaan alat maupun bahan, maka guru pembimbing dan panitia akan membantu menemukan solusi.

“Selain itu akan diadakan monitoring oleh pembimbing PKL ke rumah masing-masing peserta untuk melihat perkembangan praktik yang dilaksanakan di rumah,” tuturnya.

Adaptasi memang mau tidak mau dilakukan oleh bidang pendidikan, termasuk pendidikan vokasi.

Berita lain terkait  SMKPP N Kupang

Sumber: Pos Kupang
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved