Breaking News:

Berita Lembata

Kebakaran Lereng Gunung Ile Lewotolok Akibat Lontaran Lava Pijar Semakin Mengkhawatirkan

alasan utama belum dilakukan pemadaman karena beberapa titik yang sedang mengalami kebakaran

Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Rosalina Woso
PPGA Ile Lewotolok
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akibat lontaran lahar panas, di puncak Gunung Ile Lewotolok, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, pada Rabu, 28 Juli 2021 pukul 00.24 Wita terus meluas dan sulit dikendalikan. 

Kebakaran Lereng Gunung Ile Lewotolok Akibat Lontaran Lava Pijar Semakin Mengkhawatirkan

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo

POS-KUPANG.COM, LEWOLEBA--Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akibat lontaran lahar panas, di puncak Gunung Ile Lewotolok, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, pada Rabu, 28 Juli 2021 pukul 00.24 Wita terus meluas dan sulit dikendalikan.

Kebakaran terus meluas ke arah Selatan hingga barat daya, sejak lontaran lahar panas terjadi tengah malam hingga malam ini.

Hingga malam ini, kobaran api sudah mencapai jarak 1.8 kilometer dari puncak.

Pantauan Pos Kupang, pada Rabu malam, kobaran api semakin meluas, menghanguskan vegetasi hutan dan situasinya semakin mengkhawatirkan.

Diperkirakan, sudah lebih dari 50 hektare lahan di puncak gunung dengan ketinggian 1.423 MDPL itu hangus terbakar.

Baca juga: Ratusan Ton Beras Siap Disalurkan Penerima PKH dan BST di Lembata Dalam Rangka PPKM

Kepala Kesatuan Perlindungan Hutan (KPH) wilayah Lembata, Linus Lawe, kepada media ini, Rabu malam menyebutkan, pihaknya hanya dapat memantau serta berkoordinasi dengan para pihak guna membantu proses pemadaman, jika kebakaran telah melewati radius 3 km dari puncak.

“Upaya kami baru sebatas koordinasi dengan Polres, BPBD, Pemerintah desa dan dan Pemerintah kecamatan Ile Ape dan Ile Ape Timur karena belum bisa diserang atau dilakukan pemadaman”, ujarnya kepada wartawan usai melakukan pemantauan lapangan. 

Menurut Linus, alasan utama belum dilakukan pemadaman karena beberapa titik yang sedang mengalami kebakaran, masuk dalam radius yang tidak diperkenankan PPGA Ile Lewotolok untuk aktivitas apapun.

Selain itu, kondisi angin yang kencang dan panasnya matahari menurutnya juga menjadi kendala lain untuk mengambil langkah lebih lanjut karena tergantung pada kondisi lapangan.

“Selain koordinasi dan pemantauan, upaya lain yang akan kami lakukan adalah dengan calling keliling untuk mengingatkan warga tetap waspada. Yang paling dekat itu desa Jontona dan Todanara untuk kecamatan Ile Ape Timur, sementara di kecamatan Ile Ape itu dari Muruona sampai ke desa Petuntawa. Sedangkan titik yang paling dekat itu mengarah ke desa Kolontobo," ujarnya.

Baca juga: Polisi Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Penganiayaan Wilhelmus Waleng di Desa Watodiri Lembata

Pihaknya sudah mengirim 2 tim dari KPH Lembata yang sedang melakukan pemantauan sehingga ia berharap warga juga berpartisipasi agar kebakaran ini tidak melebar hingga ke kebun warga termasuk rumah adat Lewohala.

Selain kebakaran di wilayah hutan lindung Ile Lewotolok, sebelumnya pada kebakaran juga terjadi di wilayah Baja, Kecamatan Omesuri Sabtu 24 Juli 2021 namun langsung berhasil dipadamkan oleh tim KPH Lembata.(*)

Berita Lembata terkini

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved