Berita Kota Kupang
Risna Erni Yati Adu Kerja Keras dan Ikhlas
masih ada impian yang harus Risna perjuangkan yakni melanjutkan pendidikan doktoral dan saat ini masih dalam tahap persiapan
Penulis: Michaella Uzurasi | Editor: Rosalina Woso
Risna Erni Yati Adu Kerja Keras dan Ikhlas
Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Michaella Uzurazi
POS KUPANG.COM, KUPANG--Sebelum melanjutkan pendidikan magisternya ditahun 2015, Risna Adu sempat bekarja sebagai Analis Kimia pada Quality Control Department PT. SAG KSO PT. Semen Kupang pada tahun 2013 - 2014.
Saat ini dia berprofesi sebagai seorang dosen tetap di Universitas Timor, Kefamenanu sejak tahun 2019.
Dalam masa pandemi aktivitasnya masih sama yaitu mengajar, meneliti dan mengabdi kepada masyarakat.
Selain itu, ada kegiatan tambahan lain seperti membimbing mahasiswa PKL dan bimbingan proposal.
"Hanya metodenya sedikit berbeda dimana pengajaran dan bimbingan lebih banyak scara online," kata Risna.
Baca juga: Penerapan PPKM di Kota Kupang NTT akan Diperketat hingga 8 Agustus 2021, Apa Itu PPKM Level 4?
Impian terbesarnya adalah menjadi 'seseorang' yang bermanfaat bagi orang lain.
"Puji Tuhan saat ini bisa berprofesi sebagai seorang dosen. Semoga melalui profesi ini saya menjadi lebih bermanfaat terutama dibidang pendidikan," ujarnya.
Meski demikian, masih ada impian yang harus Risna perjuangkan yakni melanjutkan pendidikan doktoral dan saat ini masih dalam tahap persiapan.
Dalam menempuh pendidikan dari jenjang S1 sampai S2, Risna mengaku ada banyak sekali tantangan yang dihadapi bahkan hingga saat ini.
Baca juga: Kasus Covid-19 di Kota Kupang Terus Bertambah, Tembus 10.000
"Hambatan terbesar sebenarnya ada dalam diri misalanya merasa insecure, merasa kurang mampu bersaing dan stres karena tekanan sebagai perantau," ungkap Ketua Ikatan Alumni dan Awardee LPDP NTT periode 2016-2017 ini.
"Kegagalan dalam penelitian di laboratorium juga pernah dialami. Tetapi semua bisa dilalui dengan kerja keras dan tidak mudah menyerah dengan keadaan. Harus lebih sabar dan ikhlas korbankan waktu untuk aktivitas-aktivitas berfaedah seperti baca textbook, jurnal dan ikut pelatihan peningkatan kompetensi diri," lanjutnya.
Dia mengatakan, beberapa upaya untuk mengelola stres sebagai pelajar yang sedang merantau adalah dengan lebih banyak mengeksplor hal-hal menarik di tempat rantauan seperti traveling, bergabung dengan komunitas - komunitas yang seiman dan se-visi untuk mendapatkan penguatan secara rohani.
"Yang paling penting adalah berada dalam pergaulan yang benar dan membangun, karena pergaulan yang buruk dapat merusak kebiasaan yang baik," ujarnya.
Baca juga: Pemkot Dinilai Tidak Konsisten Dalam Pelayanan Vaksin Bagi Warga Kota Kupang
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/risna-erni-yati-adu.jpg)