Calon Panglima TNI
KSAD Andika Perkasa Paling Kaya Tapi KSAL Yudo Margono Berpeluang Tinggi Jadi Panglima TNI, Kenapa?
Hal ini dikarenakan jabatan Panglima TNI yang saat ini dipegang oleh Marsekal TNI Hadi Tjahjanto akan berakhir tahun 2021 ini.
KSAD Andika Perkasa Paling Kaya Tapi KSAL Yudo Margono Berpeluang Tinggi Jadi Panglima TNI, Kenapa?
POS-KUPANG.COM- 3 nama pejabat tinggi TNI Indonesia saat ini tengah viral.
3 nama ini disebut-sebut sebagai calon kuat Panglima TNI.
Hal ini dikarenakan jabatan Panglima TNI yang saat ini dipegang oleh Marsekal TNI Hadi Tjahjanto akan berakhir tahun 2021 ini.
Siapakah 3 nama tersebut?
Baca juga: Pesan Menyentuh Jenderal Andika Perkasa kepada Para Perwira, Singgung Soal Keluarga: Saya Terharu
Mereka adalah Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono, Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Fadjar Prasetya dan Jenderal TNI Andika Perkasa yang saat ini masih menjabat Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD).
Selain nama, kini harta kekayaannya mereka kembali dikulik publik.
Publik juga ingin tahu berapa jumlah harta kekayaan mereka.
Selain itu profil para calon kandidat Panglima TNI ini banyak dicari masyarakat.
Baca juga: Tak Dijenguk Keluarga Saat Dirawat, Prajurit TNI Ini Kaget Ketika Ditemui Jenderal Andika Perkasa
Berikut kami sajikan jumlah harta kekayaan dan juga profil lengkap Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono, Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Fadjar Prasetya dan Jenderal TNI Andika Perkasa yang saat ini masih menjabat Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD).
Andika Perkasa lahir di Bandung, Jawa Barat, 21 Desember 1964.
Dalam kehidupan pribadi, Andika Perkasa menikah Diah Erwiany Trisnamurti Hendrati Hendropriyono atau yang karib disapa Hetty.
Baca juga: Kaya Raya, KSAD Andika Perkasa Punya Tanah dan Bangunan di AS hingga Australia,Ini Total Kekayaannya
Bila menilik nama belakangnya, awam akan menyambungkan sosok Hetty dengan salah satu jenderal purnawirawan Tanah Air.
Ya, Hetty adalah putri mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Jenderal (Purn) Abdullah Mahmud (AM) Hendropriyono.