Berita Sumba Timur
Petani Kiritana Sumba Timur Terancam Gagal Panen Akibat Serangan Belalang
Kita mau tanam lagi, tapi takut belalang maka lagi. Kami mau usir tidak bisa karena belalang cukup banyak
Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Rosalina Woso
Petani Kiritana Sumba Timur Terancam Gagal Panen Akibat Serangan Belalang
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM, WAINGAPU -- Petani di Desa Kiritana, Kecamatan Kambera, Kabupaten Sumba Timur terancam gagal panen akibat adanya serangan Belalang Kembara.
Belalang menyerang sejumlah tanaman terutama jagung.
Beberapa petani yang ditemui ,Minggu 18 Juli 2021 mengatakan, tanaman jagung diserang belalang.
Gerombolan belalang memakan habis daun-daun jagung, batang ujung bongkol jagung juga habis dimakan belalang.
Baca juga: Ketua DPRD Sumba Timur, Ali Oemar Fadaq Positif Covid-19
Agustina May Maramba Meha mengatakan, saat ini tanaman jagung mereka habis dimakan belalang. "Kami sudah tanam dua kali.
Tanam pertama dimakan belalang dan juga ketika tanam kedua juga habis dimakan belalang," kata Agustina.
Didampingi petani lainnya, Kaita Anawula, Agustina menjelaskan, sebenarnya jagung yang ditanam itu, hasil panennya untuk persiapan stok makanan ketika musim hujan.
Namun, lanjutnya, semua tanaman dimakan belalang sehingga mereka terancam gagal panen.
Baca juga: Satu Pasien Covid-19 Dengan Batuk Menahun Meninggal Dunia di Manggarai Timur
"Kita mau tanam lagi, tapi takut belalang maka lagi. Kami mau usir tidak bisa karena belalang cukup banyak," katanya.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Sumba Timur, Oktavianus Mb. Muku, S.P, M.Si mengatakan, pihaknya terus melakukan pengendalian belalang.
"Kami terus kendalikan belalang ketika ada informasi. Serangan Belalang di Desa Kiritana juga sudah kita kendalikan," kata Oktavianus.
Baca juga: Ruas Jalan Waingapu-Melolo Sumba Timur Sedang Ditambal
Menurut Oktavianus, untuk pengendalian, pihaknya telah membentuk tim pengendali hama belalang di setiap desa, kelurahan.
"Ada tim pengendali hama belalang di desa dan kelurahan. Tim ini akan membantu Tim Brigade Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT)," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/kondisi-tanaman-jagung-petani-kiritana.jpg)