Breaking News:

Kepala UPTD PMI NTT Akui Stok Darah Masih Aman, Begini Penjelasannya

Persediaan darah di kantor Palang Merah Indonesia (PMI) NTT unit transfusi darah sejauh ini masih aman dan bisa bertahan

Editor: Ferry Ndoen
Keterangan foto: Irfan Hoi/
Kepala UPTD PMI NTT Dr. Samson E. Teron, Sp. PK 

Kepala UPTD PMI NTT Akui Stok Darah Masih Aman

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Persediaan darah di kantor Palang Merah Indonesia (PMI) NTT unit transfusi darah sejauh ini masih aman dan bisa bertahan empat hari kedepan. Walau demikian, stok ini akan selalu tersedia jika pendonor yang datang secara suka rela mau melakukan donor tanpa dicari pihak keluarga pasien atau PMI.

Informasi ini diungkapkan, Kepala UPTD PMI NTT Dr. Samson E. Teron, Sp. PK, mengatakan, prinsip yang diterapkan oleh pihaknya yakni stok darah harus tersedia selama empat hari kedepan selama massa pandemi dari sebelumnya menggunakan pola persediaan satu bulan.

"Kita kan sistem ada yang pengganti dan suka rela, kalau di massa pandemi ini kita harap kita tidak ada stok ya kita dengan pengganti karena kita juga kesulitan di massa pandemi ini," katanya, Jumat 16 Juli 2021 kepada Pos Kupang.

Samson mengaku tiap hari 50-60 orang datang untuk mendonorkan darahnya, namun kebanyakan masyarakat menurutnya merupakan pengganti atau pendonor yang datang karena permintaan keluarga pasien. 

Di massa pandemi, kata Samson, kebutuhan darah hanya 1.600 kantong bila dibanding dengan kebutuhan sebelum massa pandemi yakni sebanyak 2000 kantong sehingga dalam sehari kebutuhan darah berkisar 50-52 kantong darah yang dibutuhkan.

Biasanya terjadinya kekurangan darah disebabkan pada permintaan trombosit yang diberikan kepada pasien demam berdarah ataupun mengalami pendarahaan, apalagi bagi pasien dengan golongan darah langka seperti AB.

"Permintaan trombosit ini kan butuhkan darah yang baru diambil di bawah 5 atau 6 jam dan merupakan darah segar. Kalau orang golongan AB pendarahaan, kan susah itu lebih dari dua Minggu juga kita belum dapat," jelasnya.

Untuk itu, dengan adanya mesin yang telah disiapkan, menurutnya bisa membantu pasien jika ada masyarakat yang datang suka rela mendonorkan darahnya sehingga kelangkaan darah itu bisa teratasi sewaktu-waktu dalam massa krisis.

Sebelumnya, PMI juga menyebut stok plasma darah di pihaknya masih mencukupi untuk beberapa hari kedepan. Perhari biasanya permintaan mencapai  6 hingga 12 kantong, sehingga PMI wajib memiliki stok yang bisa membantu pasien saat kritis.

Halaman
123
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved