Breaking News:

Djp Luncurkan Aplikasi M-pajak dan Buku Reformasi Perpajakan

Bersamaan dengan peringatan Hari Pajak tahun 2021, Direktorat Jenderal pajak (DJP) meluncurkan aplikasi M-Pajak dan mempublikasikan Buku Cerita di Bal

Penulis: F Mariana Nuka | Editor: Ferry Ndoen
POS-KUPANG.com
Ilustrasi: Cara Lapor SPT Pph Wajib Pajak via Online 

Djp Luncurkan Aplikasi M-pajak dan Buku Reformasi Perpajakan

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Intan Nuka

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Bersamaan dengan peringatan Hari Pajak tahun 2021, Direktorat Jenderal pajak (DJP) meluncurkan aplikasi M-Pajak dan mempublikasikan Buku Cerita di Balik Reformasi Perpajakan pada Rabu (14/7). Rangkaian acara peringatan Hari Pajak diawali dengan upacara yang dihadiri secara virtual oleh Menteri Keuangan selaku pembina upacara.

Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Kupang sebagai salah satu unit vertikal DJP di wilayah NTT pun berkomitmen akan terus mendukung program-program yang diluncurkan Kantor Pusat DJP. Pemanfaatan inovasi teknologi juga sejalan dengan tujuan KPP Pratama Kupang untuk changing taxpayers behaviour agar Wajib Pajak yang memilih layanan tatap muka semakin berkurang dan beralih untuk memanfaatkan fasilitas non tatap muka yang sudah disediakan.

“Dengan adanya aplikasi M-Pajak, Wajib Pajak akan sangat terbantu dengan fitur-fitur terkini yang memang didesain untuk mempermudah Wajib Pajak dalam melaksanakan kewajiban perpajakannya tanpa perlu datang ke kantor pajak,"  kata Ni Dewa Agung Ayu Sri Liana Dewi selaku Kepala KPP Pratama Kupang dalam rilisnya, Jumat (16/7).

Selain meluncurkan aplikasi M-Pajak, DJP juga mempublikasikan buku yang berisi kisah-kisah menarik di balik proses Reformasi Perpajakan. Dengan slogan Reformasi adalah Keniscayaan, Perubahan adalah Kebutuhan, buku ini merekam perjalanan Reformasi Perpajakan JIlid III (2016 – 2020). Sejak mulai adanya amnesti pajak, pembentukan Tim Reformasi Perpajakan sampai pembentukan Tim Pelaksana Pembaruan Sistem Inti Administrasi Perpajakan (PSIAP).

Pada acara yang sama, Direktur Jenderal Pajak Suryo Utomo juga menyampaikan kinerja DJP selama setahun terakhir, diantaranya realisasi insentif pajak, penerimaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE), perubahan struktur organisasi vertikal, serta pembentuka Tim PSIAP.

Adapun realisasi insentif pajak hingga bulan Juni 2021 telah mencapai 106,62 triliun rupiah. Insentif ini diberikan oleh pemerintah secara bertahap sejak bulan April 2020 yang terdiri dari insentif pajak untuk dunia usaha, sektor kesehatan, industri otomotif, serta sektor properti. Insentif pajak yang diberikan oleh pemerintah merupakan bagian dari Program Pemulihan Ekonomi Nasional untuk mengatasi dampak pandemi Covid-19.

Di samping itu, DJP juga berhasil mengumpulkan penerimaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE) sebesar Rp2,38 triliun. Nilai ini terdiri dari penerimaan PPN PMSE tahun 2020 sebesar Rp731,4 miliar dan semester I tahun 2021 sebesar Rp1.647,1 miliar. Sejak penunjukkan Pemungut PPN PMSE gelombang pertama pada bulan Juli 2020 hingga gelombang sebelas pada bulan Juni 2021, terdapat 75 pelaku usaha yang menjadi pemungut PPN PMSE.

“Kami mengimbau kepada seluruh Wajib Pajak supaya terus menjaga protokol kesehatan dan melaksanakan kewajiban perpajakan sesuai dengan ketentuan. Perlu diketahui bahwa pajak yang dibayarkan masyarakat turut membantu negara dalam program vaksinasi Covid-19," tutup Ayu. (cr1)

Berita Kota Kupang Lainnya

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved