Breaking News:

Banjir Besar Mengerikan Hantam dan Hancurkan Eropa, 50 Orang di Jerman Tewas , Puluhan Masih Hilang

Badai besar yang menghantam benua Eropa telah menyebabkan banjir besar yang mengerikan degan skala yang luas menghantam benua biru itu

Penulis: Alfred Dama | Editor: Alfred Dama
(AP Photo/Michael Probst)
Rumah-rumah rusak terlihat di sungai Ahr di Insul, Jerman barat, Kamis, 15 Juli 2021. 

POS KUPANG.COM -- Badai besar yang menghantam benua Eropa telah menyebabkan Banjir besar yang mengerikan degan skala yang luas menghantam benua biru itu

Di Jerman saja setidaknya 50 orang dilaporkan tewas , sementara lainnya masih dalam pencarian setelah dinyatakan hilang

Times Of Israel mengutio AP melaporkan, lebih dari 50 orang tewas dan puluhan lainnya hilang pada Kamis, saat banjir besar di Jerman dan Belgia mengubah sungai dan jalan menjadi arus deras yang menghanyutkan mobil dan menyebabkan rumah runtuh.

Badai baru-baru ini di beberapa bagian Eropa barat membuat sungai dan waduk meluap, memicu banjir bandang semalaman setelah tanah jenuh tidak dapat menyerap air lagi.

"Saya berduka untuk mereka yang kehilangan nyawa dalam bencana ini," kata Kanselir Jerman Angela Merkel saat berkunjung ke Washington, mengungkapkan keterkejutannya pada cakupan banjir. “Jumlahnya masih belum kami ketahui. Tapi itu akan banyak.”

Baca juga: Disaat Badai Covid Menerjang,Pedagang Sayur Mampu Duel Melawan Perampok Ciracas, Begini Kejadiannya

Dia berjanji bahwa segala sesuatu akan dilakukan untuk menemukan mereka yang masih hilang, menambahkan, "'Hujan lebat dan banjir' tidak menangkap apa yang terjadi."

Sebuah mobil mengapung di Sungai Meuse saat banjir besar di Liege, Belgia, pada 15 Juli 2021.
Sebuah mobil mengapung di Sungai Meuse saat banjir besar di Liege, Belgia, pada 15 Juli 2021. ((AP Photo/Valentin Bianchi))

Pihak berwenang di negara bagian Rhine-Westphalia Utara mengatakan sedikitnya 30 orang tewas, sementara 19 kematian dilaporkan di negara bagian Rhineland-Palatinate di selatan. Media Belgia melaporkan delapan kematian di negara itu.

Di antara desa-desa Jerman yang paling parah terkena dampak adalah Schuld, di mana beberapa rumah runtuh dan puluhan orang masih belum ditemukan.

Operasi penyelamatan terhambat oleh jalan yang diblokir dan pemadaman telepon dan internet di seluruh Eifel, wilayah gunung berapi yang berbukit-bukit dan lembah-lembah kecil.

Beberapa desa menjadi puing-puing, karena rumah bata dan kayu tua tidak dapat menahan aliran air yang tiba-tiba, sering membawa pohon dan puing-puing lainnya saat menyembur melalui jalan-jalan sempit.

Halaman
1234
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved