Kapolda NTT Ungkap Pemberian Vaksinasi Tidak Sesuai SOP Akan Dibubarkan
Polri jauh hari sebelum kegiatan dilaksanakan sehingga tidak menimbulkan kekacauan dan kericuhan saat pelaksanaan
Penulis: Ray Rebon | Editor: Rosalina Woso
Kapolda NTT Ungkap Pemberian Vaksinasi Tidak Sesuai SOP Akan Dibubarkan
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ray Rebon
POS-KUPANG.COM, KUPANG--Kapolda NTT Irjen Pol. Drs. Lotharia Latif, S.H., M. Hum, mengimbau kepada semua panitia penyelenggaraan kegiatan Vaksin Covid 19 di wilayah NTT agar melakukan koordinasi dengan Gugus Tugas Covid 19 dan Polri.
"Panitia penyelenggara agar berkoordinasi dengan gugus tugas dan Polri jauh hari sebelum kegiatan dilaksanakan sehingga tidak menimbulkan kekacauan dan kericuhan saat pelaksanaan," kata Kapolda
"Agar jangan sampai niat baik tetapi perencanaan dan pelaksanaan serta pengamanannya tidak sesuai aturan malah menimbulkan kalaster baru dan masyarakat kecewa," ujar Kapolda NTT Irjen Pol. Drs Lotharia Latif, S.H., M. Hum, Kamis 15 Juli 2021.
Hal ini disampaikan Kapolda NTT, usai beredarnya berita kerumunan warga kota Kupang saat mengantri untuk mendapatkan kupon antrian vaksin Covid 19 di halaman kampus Poltekes Kemenkes Kupang, Rabu 14 Juli 2021.
Baca juga: Begini Sinergi BKIPM Kupang Bersama Instansi Terkait Dalam Mendorong Ekspor NTT
Kerumunan warga terjadi sejak pagi sekitar pukul 05.00 Wita di Prodi Farmasi Poltekes Kupang.
Akibat kerumunan tersebut, pintu gerbang utama Kampus Prodi Farmasi Poltekes Kupang roboh didorong massa.
Guna membubarkan kerumunan warga, maka aparat TNI dan Polres Kupang Kota turun ke lokasi dan mengurai massa.
Rencananya kegiatan vaksinasi tersebut yang akan dilaksanakan ada hari Kamis 15 Juli 2021 diharapkan tidak terjadi lagi kerumunan dengan adanya komunikasi, koordinasi serta kolaborasi antara pelaksana, satgas covid dan polri.
Baca juga: Empat Pulau di NTT Ini Berpotensi Terjadi Angin Kencang, Apa Saja ?
Kapolda NTT mengatakan bahwa saat ini Polda NTT mengevaluasi beberapa kegiatan seperti ini.
"Terima kasih bagi yang sudah melaksanakan dengan tertib, bagi yang belum segera dibenahi dan disesuaikan dengan kemampuan yang ada. Apabila tidak mengikuti SOP yang benar terpaksa kita akan hentikan kegiatan tersebut untuk sementara demi keselamatan masyarakat,”tegasnya.(*)