Dua Hari Menghilang, Warga Belu Bernadus Ledo Ditemukan Tak Bernyawa
korban menyampaikan pesan kepada saksi Guteres, apabila ada yang mencarinya bisa datang cari ke lokasi tersebut.
Penulis: Teni Jenahas | Editor: Rosalina Woso
Dua Hari Menghilang, Warga Belu Bernadus Ledo Ditemukan Tak Bernyawa
Laporan Reporter POS KUPANG. COM, Teni Jenahas
POS KUPANG. COM| ATAMBUA--Sempat dikabarkan menghilang selama dua hari, warga Atambua, Kabupaten Belu, Bernadus Leo Ledo (63) akhirnya ditemukan dalam kondisi tak bernyawa.
Korban ditemukan dalam kondisi gantung diri di semak-semak yang berlokasi di Dusun Abatsali, Desa Umaklaran, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Senin 12 Juli 2021.
Kapolres Belu, AKBP Khairul Saleh melalui KBO Reskrim, Aipda Yesaya Lontorin saat dikonfirmasi Pos Kupang. Com, Selasa 13 Juli 2021 menjelaskan, dari hasil pemeriksaan/visum luar terhadap jenasah korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan hanya ditemukan luka jeratan tali di leher.
Dari tanda-tanda itu dapat dipastikan korban meninggal dunia akibat gantung diri.
Baca juga: SMAS Katolik Regina Pacis Kabupaten Ngada Gelar MPLS Secara Online
Pihak keluarga korban menerima dengan ikhlas atas kematian korban dan keluarga korban menolak untuk dilakukan autopsi jenasah korban yang dinyatakan dalam surat pernyataan penolakan autopsi.
Yes demikian sapaan akrab KBO Reskrim Belu mengatakan, korban ditemukan oleh Moses Ghoe dan Petronomonis Guteres. Keduanya adalah saksi.
Sesuai keterangan saksi Petronomonis Guteres yang profesi sebagai tukang ojek, ia bertemu korban di pasar lama Atambua dan korban meminta saksi untuk menghantarnya ke Desa Sadi.
Korban meminta saksi melewati Fatubenao.
Baca juga: Sebanyak 354 Warga Elar Selatan Terpapar Covid-19, Tim Gabungan Satgas Kabupaten Turun Penanganan
Sesampai di TKP, korban turun dan memberi saksi roti.
Saat saksi pulang, korban menyampaikan pesan kepada saksi Guteres, apabila ada yang mencarinya bisa datang cari ke lokasi tersebut.
Dua hari kemudian, Senin 12 Juli 2021, saksi Petronomonis Guteres datang makan di tempat usaha Moses Ghoe yang berlokasi di Pasar Lama.
Saat itu, Moses Ghoe memberitahukan kepada saksi Guteres bahwa ia sedang sibuk mencari keluarga yang hilang. Keluarga yang dimaksudkan adalah korban.
Baca juga: Satu Pasien Isolasi Mandiri di Kabupaten Lembata Meninggal Dunia
Moses menunjukkan foto korban yang hilang itu kepada saksi Petronomonis Guteres yang profesi sebagai ojek.