Bareskrim Polri Tangkap Dokter Ini Gegara Pernyataan Kontroversial Tentang Covid-19, Begini Faktanya

Seorang oknum dokter ditangkap polisi gegara pernyataannya yang kontroversial tentang virus corona yang kini sedang mebawah.

Editor: Frans Krowin
KOMPAS.com / VITORIO MANTALEAN
Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Argo Yuwono saat memberi penjelasan tentang penangkapan dokter louis qwin. 

POS-KUPANG.COM, JAKARTA – Seorang oknum dokter ditangkap polisi gegara pernyataannya yang kontroversial tentang virus corona yang kini sedang mebawah.

Dokter itu ditangkap menyusul komentarnya yang saat ini viral di media sosial. Penyataannya itu tentang covid-19.

Video tersebut berdurasi sekitar 28 menit, berawal dari ungkapan sekilas tentang latar pendidikannya sebagai dokter yang merupakan lulusan sebuah universitas di tanah air.

Isi video itu juga diantaranya tentang mengapa sang dokter cantik ini tak percaya akan adanya virus covid-19 yang kini sedang menjadi pandemi di dunia, termasuk Indonesia.

Baca juga: Pemuda Muhammadiyah Dukung Penerapan PPKM di Kota Kupang Cegah Penyebaran Covid-19

Di awal cerita, dokter ini bertutur tentang pasca lulus jadi doker, dirinya sempat menjadi PNS.

Bahkan profesi ini ditekuninya selama 3 tahun hingga akhirnya memilih mundur dari profesi tersebut.

Berikutnya soal degeraratif (penuaan), sehingga ia lebih fokus pada penyakit komorbid lansia hingga bisa membalikkan usia biologis seseorang lima tahun ke belakang.

“Kalau umurkan di tangan Tuhan, tapi kualitas hidup kita bisa usahakan yang maksimal,” katanya

Dokter Louis Qwin ini lantas menguraikan mengapa dirinya tak percaya akan adanya virus corona yang kini sedang mewabah.

Baca juga: Fadli Zon, Andi Arif, Benny Harman Buka Suara Soal Penanganan Covid, Gedung DPR Jadi RS Darurat?

Dalam penjelasannya, ia juga mengulas sekilas tentang pengalamannya saat mendalami dasar-dasar lab dunia, yang salah satunya soal swab dan penjelasan lainnya.

Dari uraiannya itulah kemudian membuat heboh karena pernyataannya mengenai Covid-19.

Pada akhir penjelasannya, ia mengaku sempat menghubungi Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan mengungkapkan soal pandangannya tentang covid-19 itu.

Ia juga mengungkapkan soal praktik jual beli surat keterangan soal seseorang tertular covid-199 atau tidak.

Baca juga: Ketua KPCPEN : PPKM Darurat Luar Jawa-Bali Terus Dimonitor

Bahkan ia mengaku ada banyak dokter yang kini bersamanya dan memback up dirinya dalam mengunkapkan fakta tentang covid-19 yang disebutnya tak ada.

Ia juga menyinggung soal masker yang sejatinya dibuat dari potongan kain yang tak higienis. 

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved