Selasa, 14 April 2026

Tips sehat

Kenali Gejala Penyakit Kanker Darah, Waspada Jika Muncul Tanda-Tandai Ini

Kenali Gejala Penyakit Kanker Darah, waspada jika muncul tanda-tandai ini

Editor: Adiana Ahmad
wikiwand
Kanker Darah atau Leukimia. Kenali gejala awal kanker darah pada anak 

Limfoma
Limfoma menyerang limfosit, yaitu sel darah putih yang berfungsi melawan infeksi dan membuang zat sisa metabolisme. Selain di sumsum tulang, limfosit terdapat di kelenjar getah bening, kelenjar timus, limpa, dan hampir semua bagian tubuh.

Pada penderita limfoma, limfosit mengalami perubahan dan tumbuh tidak terkendali. Jika limfosit terserang kanker, sistem kekebalan tubuh akan menurun, sehingga lebih rentan mengalami infeksi.

Multiple myeloma
Multiple myeloma merupakan kanker yang menyerang plasmosit, yaitu bagian dari sel darah putih yang bertugas memproduksi antibodi guna mengatasi infeksi. Ketika produksi antibodi terganggu, penderita rentan mengalami infeksi.

Multiple myeloma terjadi ketika sel plasma yang tidak normal muncul di sumsum tulang dan berkembang dengan cepat. Sel-sel tidak normal ini terus memproduksi antibodi yang menyebabkan kerusakan pada organ tubuh, seperti tulang dan ginjal.

Faktor Risiko Kanker Darah
Penyebab pasti kanker darah belum diketahui, tetapi ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang terserang kanker darah, yaitu:

Berjenis kelamin pria.
Berusia di atas 55 tahun.
Memiliki keluarga yang menderita kanker darah.
Menderita gangguan sistem kekebalan tubuh, seperti HIV/AIDS.
Mengonsumsi obat imunosupresan.
Terinfeksi virus Epstein-Barr atau pylori.
Terpapar senyawa kimia, seperti pestisida.
Memiliki kebiasaan merokok.

Diagnosis Kanker Darah

Dokter akan memulai pemeriksaan dengan menanyakan gejala yang dialami penderita, kemudian melakukan pemeriksaan fisik untuk mencari beberapa tanda-tanda kanker darah, seperti kulit pucat akibat anemia, serta pembengkakan pada kelenjar getah bening, hati, dan limpa.

Bila menduga pasien menderita kanker darah, dokter akan melakukan pemeriksaan berikut ini:

Tes darah
Dokter akan melakukan tes hitung darah lengkap untuk dapat mengetahui jumlah sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit. Dugaan kanker darah akan semakin kuat bila jumlah salah satu atau seluruh jenis sel darah terlalu banyak atau terlalu sedikit, serta ditemukan sel darah yang bentuknya tidak normal.

Selain hitung darah lengkap, dokter akan memeriksa profil protein, seperti globulin, serum protein electrophoresis, dan imunofiksasi, guna mendeteksi multiple myeloma dan tingkat agresivitas sel kanker. Pada penderita multiple myeloma, tes darah juga dilakukan untuk mengetahui fungsi ginjal, kadar kalsium, dan kadar asam urat.

Aspirasi sumsum tulang
Aspirasi sumsum tulang dilakukan dengan mengambil sampel jaringan dari sumsum tulang pasien menggunakan jarum tipis. Sampel jaringan tersebut kemudian akan diperiksa di laboratorium guna melihat gangguan di ‘pabrik darah’ dan menentukan jenis kanker darah yang menyerang penderita.

Biopsi kelenjar getah bening
Biopsi kelenjar getah bening dilakukan dengan mengambil sampel jaringan dari kelenjar getah bening yang membengkak untuk diperiksa di bawah mikroskop.

Pengobatan Kanker Darah

Setelah pasien dipastikan menderita kanker darah, dokter akan berdiskusi dengan pasien mengenai langkah pengobatan yang perlu ditempuh. Metode pengobatan yang akan dipilih tergantung pada jenis kanker, usia penderita, dan kondisi kesehatan secara keseluruhan.

Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved