Tips Sehat
Yuk Kenalan Sama Lidah Buaya, Ciri-ciri dan Kegunaanya untuk Kesehatan dan Kecantikan
Aloe vera adalah tumbuhan tanpa batang atau berbatang pendek, dengan tinggi hingga 60–100 cm dan dapat berkembang biak dengan tunas.
Penulis: Maria Enotoda | Editor: maria anitoda
Seperti spesies-spesies Aloe lainnya, Aloe vera membentuk simbiosis mikoriza arbuskula bersama jamur, sehingga meningkatkan ketersediaan mineral dari tanah.
Daun Aloe vera mengandung senyawa-senyawa fitokimia yang sedang diteliti bioaktivitasnya, seperti senyawa manan terasetilasi, polimanan, antrakuinon C-glikosida, dan senyawa antrakuinon lain seperti emodin dan senyawa-senyawa lektin.
Baca juga: Tahukah Kamu Lidah Buaya Bisa Jadi Obat Anti Infeksi? Begini Penjelasannya
Penelitian dengan teknik-teknik perbandingan DNA menunjukkan bahwa Aloe vera berkerabat relatif dekat dengan Aloe perryi, sebuah spesies endemik dari Yaman.
Perbandingan DNA lain dengan teknik perbandingan urutan DNA kloroplas dan pemrofilan mikrosatelit menunjukkan kekerabatan dekat dengan Aloe forbesii, Aloe inermis, Aloe scobinifolia, Aloe sinkatana, and Aloe striata.
Kecuali A. striata yang berasal dari Afrika Selatan, spesies-spesies Aloe tersebut berasal dari Kepulauan Suquthra/Sokotra di Yaman, Somalia, serta Sudan.
Akibat tidak jelasnya asal populasi alamiah dari lidah buaya, beberapa penulis berpendapat bahwa Aloe vera kemungkinan berasal dari hasil persilangan.
Baca juga: Selain Mengurangi Keringat, Manfaat Lidah Buaya Juga Mencerahkan Kulit Ketiak, Bagaimana Caranya?
Kegunaan
Dua zat yang diambil dari lidah buaya digunakan dalam produk kesehatan komersial, yaitu gelnya yang tidak berwarna maupun lateksnya yang berwarna kuning.
Gel lidah buaya digunakan untuk obat oles untuk berbagai gejala kulit, seperti luka bakar, luka, radang, radang dingin, psioriasis, Herpes labialis, atau kulit terlalu kering.
Lateks lidah buaya dijadikan produk ( baik bahan itu sendiri maupun digabungkan dengan bahan lain) untuk obat yang ditelan untuk menyembuhkan sembelit. (*)