Tips Sehat
Yuk Kenalan Sama Lidah Buaya, Ciri-ciri dan Kegunaanya untuk Kesehatan dan Kecantikan
Aloe vera adalah tumbuhan tanpa batang atau berbatang pendek, dengan tinggi hingga 60–100 cm dan dapat berkembang biak dengan tunas.
Penulis: Maria Enotoda | Editor: maria anitoda
Yuk Kenalan Sama Lidah Buaya, Ciri-ciri dan Kegunaanya untuk Kesehatan dan Kecantikan
POS-KUPANG.COM- Hai Tribunners tahukah kamu mengenai tanaman lidah buaya?
Ya tepat sekali tanaman lidah buaya adalah tanaman yang punya banyak manfaat untuk kesehatan dan juga kecantikan.
Yuk cari tahu apa sih tanaman lidah buaya itu?
Bagaimana ciri-cirinya?
Baca juga: Manfaat Konsumsi Jus Lidah Buaya, Ampuh Obati Diabetes hingga Sembuhkan Luka, Simak Cara Buatnya
Lidah buaya atau Aloe vera adalah spesies tumbuhan dengan daun berdaging tebal dari genus Aloe.
Dikutip dari Wikipedia,Tumbuhan ini bersifat menahun, berasal dari Jazirah Arab, dan tanaman liarnya telah menyebar ke kawasan beriklim tropis, semi-tropis, dan kering di berbagai belahan dunia.
Tanaman lidah buaya banyak dibudidayakan untuk pertanian, pengobatan, dan tanaman hias, dan dapat juga ditanam di dalam pot.
Lidah buaya banyak ditemukan dalam produk seperti minuman, olesan untuk kulit, kosmetika, atau obat luar untuk luka bakar.
Baca juga: Bagaimana Mengatasi Rambut Keriting Kusut? Pakai Lidah Buaya Dan Minyak Ini Selama 45 Menit
Walaupun banyak digunakan secara tradisional maupun komersial, uji klinis terhadap tanaman ini belum membuktikan keefektifan atau keamanan ekstrak lidah buaya untuk pengobatan maupun kecantikan.
Aloe vera adalah tumbuhan tanpa batang atau berbatang pendek, dengan tinggi hingga 60–100 cm dan dapat berkembang biak dengan tunas.
Dedaunannya berdaging tebal, berwarna hijau atau hijau keabuan, dan sebagian varietas memiliki bintik putih pada permukaan batangnya.
Pinggir daunnya berbentuk serrata ( seperti gergaji ) dengan gerigi putih kecil.
Baca juga: Tak Hanya Sehatkan Rambut, Lidah Buaya Ternyata Punya 7 Manfaat Rahasia, Apa Saja?
Bunga-bunganya tumbuh pada musim panas di sebuah tangkai setinggi hingga 90 cm.
Setiap bunga tersebut berposisi menggantung, dan mahkotanya berbentuk tabung sepanjang 2–3 cm.
Seperti spesies-spesies Aloe lainnya, Aloe vera membentuk simbiosis mikoriza arbuskula bersama jamur, sehingga meningkatkan ketersediaan mineral dari tanah.
Daun Aloe vera mengandung senyawa-senyawa fitokimia yang sedang diteliti bioaktivitasnya, seperti senyawa manan terasetilasi, polimanan, antrakuinon C-glikosida, dan senyawa antrakuinon lain seperti emodin dan senyawa-senyawa lektin.
Baca juga: Tahukah Kamu Lidah Buaya Bisa Jadi Obat Anti Infeksi? Begini Penjelasannya
Penelitian dengan teknik-teknik perbandingan DNA menunjukkan bahwa Aloe vera berkerabat relatif dekat dengan Aloe perryi, sebuah spesies endemik dari Yaman.
Perbandingan DNA lain dengan teknik perbandingan urutan DNA kloroplas dan pemrofilan mikrosatelit menunjukkan kekerabatan dekat dengan Aloe forbesii, Aloe inermis, Aloe scobinifolia, Aloe sinkatana, and Aloe striata.
Kecuali A. striata yang berasal dari Afrika Selatan, spesies-spesies Aloe tersebut berasal dari Kepulauan Suquthra/Sokotra di Yaman, Somalia, serta Sudan.
Akibat tidak jelasnya asal populasi alamiah dari lidah buaya, beberapa penulis berpendapat bahwa Aloe vera kemungkinan berasal dari hasil persilangan.
Baca juga: Selain Mengurangi Keringat, Manfaat Lidah Buaya Juga Mencerahkan Kulit Ketiak, Bagaimana Caranya?
Kegunaan
Dua zat yang diambil dari lidah buaya digunakan dalam produk kesehatan komersial, yaitu gelnya yang tidak berwarna maupun lateksnya yang berwarna kuning.
Gel lidah buaya digunakan untuk obat oles untuk berbagai gejala kulit, seperti luka bakar, luka, radang, radang dingin, psioriasis, Herpes labialis, atau kulit terlalu kering.
Lateks lidah buaya dijadikan produk ( baik bahan itu sendiri maupun digabungkan dengan bahan lain) untuk obat yang ditelan untuk menyembuhkan sembelit. (*)