Minggu, 10 Mei 2026

Pemerintah Kabupaten Malaka Gandeng Kemendes Galakkan Program Keselamatan Lingkungan

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malaka dibawa pimpinan Bupati, Dr. Simon Nahak, S.H,MH dan Wakil Bupati, Kim Taolin dalam program kerjanya

Tayang:
Penulis: Edy Hayong | Editor: Ferry Ndoen
foto : Edy Hayong.
Bupati Malaka, Simon Nahak bersama pimpinan OPD terkait lingkup Pemda Malaka saat menanam anakan mangrove di Desa Weoe, Senin 5 Juli 2021. 

Pemkab Malaka Gandeng Kemendes Galakan Program Keselamatan Lingkungan

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edy Hayong

POS-KUPANG.COM I BETUN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malaka dibawa pimpinan Bupati, Dr. Simon Nahak, S.H,MH dan Wakil Bupati, Kim Taolin dalam program kerjanya fokus juga pada penyelamatan lingkungan.

Terhadap program ini, bupati telah lakukan pendekatan dengan Kementrian Desa (Kemendes) dalam hal bantuan bibit bambu. Bibit tanaman ini direncanakan akan ditanam disepanjang area Daerah Aliran Sungai (DAS) Benenai agar kedepan bisa membendung luapan banjir.

Bupati Malaka, Simon Nahak pada kegiatan penanaman anakan mangrove di Desa Weoe, Kecamatan Wewiku, Senin 5 Juli 2021 mengapresiasi  masyarakat khusus di Weoe  yang sudah turut serta menggalakan aktifitas menanam  mangrove (bakau).

Menurut Simon, yang namanya tanaman bakau banyak manfaatnya. Beberapa manfaat hutan bakau diantaranya, mencegah instrusi air laut, mencegah erosi dan abrasi pantai.

Juga  sebagai pencegah dan penyaring alami, berperan dalam pembentukan pulau dan menstabilkan daerah pesisir. Serta sebagai tempat hidup dan sumber makanan bagi beberapa jenis satwa.

Bupati Simon Nahak meminta  Dinas Ketahanan Pangan Perternakan dan Perikanan Malaka harus bisa merespon dengan menggalakan program penyelamatan lingkungan dalam mengurangi  pemanasan global.

"Saya minta Kaban Penanggulangan bencana harus tanggap dan respon sebelum ada bencana di tempat ini. Karena daerah ini tempat lahir saya , yang saya tahu ada tiga sungai kecil di tempat ini. Buatkan kanal sehingga ketika musim hujan airnya mengalir ke laut  agar tidak terjadi bencana," pinta Simon.

Dikatakan Simon, dalam program kerja selama kepemimpinannya dengan wabup, kegiatan penyelamatan lingkungan harus dihidupkan. Titik-titik rawan bencana harus ditanami dengan pohon agar bisa menekan bahaya banjir.

Program inipun mendapat respon positif dari Kemendes RI dalam membantu pengadaan bibit bambu untuk ditanam di area DAS Benenai. Ini perlu karena area tersebut menjadi langganan terjadi banjir sehingga dengan tanaman ini bisa mengurangi dampak dari banjir.

Berkenaan dengan usaha garam industri di Malaka oleh PT IDK, Bupati Simon menegaskan  agar terus berupaya dan memikirkan dan mempertahankan dampak lingkungan supaya tidak terjadi bencana di Malaka. Pasalnya, Kabupaten Malaka ini saat musim kemarau  sekali dan jika musim hujan  air berlimpah.

"Gerakan tanam bakau akan terus kita suport, dan perusahaan menyiapkan bibit bakau kalau kerjasama kita lancar tidak hanya perusahaan saja yang menyiapkan bibit namun pemerintah daerah bersama  Kementerian Desa juga  menyiapkan bibit bakau dan bambu. Saya kira ini  hal positif untuk kita terus jalin kerjasama," kata Simon.

Bupati Simon menekankan kembali kepada investor manapun yang datang berinvestasi di Malaka  agar memperhatikan juga lingkungan dan legalitas kerjasama harus  diperhatikan termasuk melakukan pendekatan dengan tokoh masyarakata dan tokoh adat setempat.(*)

Bupati Malaka, Simon Nahak bersama pimpinan OPD terkait lingkup Pemda Malaka saat menanam anakan mangrove di Desa Weoe, Senin 5 Juli 2021.
Bupati Malaka, Simon Nahak bersama pimpinan OPD terkait lingkup Pemda Malaka saat menanam anakan mangrove di Desa Weoe, Senin 5 Juli 2021. (foto : Edy Hayong.)
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved