Ile Lewotolok Terus Bergemuruh

Gunung Ile Lewotolok masih terus bergemuruh sejak erupsi besar pada 29 November 2020 lalu

Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/RICKO WAWO
Tampak sekelompok anak muda sedang memperhatikan erupsi Gunung Ile Lewotolok dari kejauhan yang terjadi Sabtu (16/4/2021) pagi. 

POS-KUPANG.COM, LEWOLEBA-Gunung Ile Lewotolok masih terus bergemuruh sejak erupsi besar pada 29 November 2020 lalu. Gemuruh dari Ile Lewotolok ini bahkan terasa hingga Kota Lewoleba dan wilayah sekitarnya.

Selain dirasakan masyarakat yang masih bermukim di lereng gunung, warga di luar wilayah Kecamatan Ile Ape juga masih sering dikejutkan dengan gemuruh dan dentuman Ile Lewotolok.

Petugas Pos Pemantau Gunung Api (PPGA) Ile Lewotolok Stanislaus Ara Kian menyebutkan setiap hari Ile Lewotolok menunjukkan aktivitas erupsi dengan tinggi kolom abu 200-300 meter di atas permukaan puncak gunung. Bahkan beberapa kali erupsi terjadi dengan tinggi kolom abu 700 meter.

Sementara itu, aktivitas strombolian atau lontaran lava pijar masih tampak jelas pada malam hari. Lontaran lava pijarnya bisa mencapai satu kilometer dari atas puncak gunung.

Baca juga: Gunung Ile Lewotolok Lembata Bergemuruh Lagi, Masyarakat Diimbau Tidak Panik dan Takut

Stanis berujar gemuruh dan dentuman itu terjadi karena adanya suplai magma ke permukaan gunung.

"Dipengaruhi efek ruangan (kawah gunung) sehingga memicu suara gemuruh. Masyarakat tidak perlu panik dan takut karena ini fenomena biasa terjadi di gunung api," ujarnya.

Ditambahkannya, masyarakat yang bermukim di sekeliling lereng Ile Lewotolok tetap harus waspada akan adanya abu vulkanik, longsoran tanah dan ancaman lahar dingin di musim dingin.

Warga Lewoleba, Aldino Purwanto Bediona, menjelaskan gemuruh dari gunung Ile Lewotolok hampir setiap hari bisa dirasakan warga Lewoleba.

Baca juga: Sebelum Ada Isu Tsunami di Kota Lewoleba, Terdengar Dentuman Keras Gunung Ile Lewotolok

"Biasanya malam hari itu gemuruhnya terasa sekali dan cukup bikin kaget, apalagi kalau lagi tidur," ujar Aldino.

Kendati demikian, menurut Aldino, warga juga akhirnya terbiasa dan menganggap lumrah dengan fenomena gunung api tersebut.

"Kalau pada malam hari, dari Lewoleba juga kita bisa lihat lontaran lava pijar dari atas puncak. Semoga semuanya baik-baik saja," harapnya.

Berdasarkan info grafik kegempaan Ili Lewotolok, periode 01-11-2020 s/d 30-06-2021; aktivitas kegempaan cendrung fluktuatif.

"Sampai hari ini belum lagi tercatat adanya suplai baru dari kedalaman. Rekomendasi masih sama zona aman radius 3 Km dari pusat erupsi. Mengingat masih ada lontaran material vulkanik ke segala arah sangat berpotensi masih terjadi. Dengan ini tingkat kegiatan vulkanik Lewotolok masih pada level III (siaga)," papar Stanis saat ditemui di Kantor PPGA Ile Lewotolok, Sabtu (3/7).

Stanis menyebutkan masyarakat tidak perlu cemas dan tetap mengikuti arahan dan imbauan dari pos pemantau dan pihak-pihak berwenang.

Masyarakat di sekitar Gunung Ile Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan direkomendasikan agar tidak melakukan aktivitas di radius 3 Km dari puncak/kawah.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved