Breaking News
Selasa, 19 Mei 2026

Atasi Kekeringan, Petani di Kambera Kabupaten  Sumba Timur Buat Sumur Bor 

Beberapa petani yang ditemui mengatakan, senjak jebolnya Bendung Kambaniru, maka air di saluran irigasi tidak lagi mengalir.

Tayang:
Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/Oby Lewanmeru
Petani Mauliru, Kecamatan Kambera, Kabupaten Sumba Timur sementara membuat sumur bor di areal persawahan setempat, Jumat 2 Juli 2021. 

Atasi Kekeringan, Petani di Kambera Kabupaten  Sumba Timur Buat Sumur Bor 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru

POS-KUPANG.COM, WAINGAPU -- Petani di Mauliru, Kecamatan Kambera, Kabupaten Sumba Timur membuat sumur bor agar bisa mengusahakan lahan pertanian yang ada. Upaya itu dilakukan untuk mengatasi kondisi kekeringan di wilayah setempat.

Pantauan POS-KUPANG.COM, Sabtu  3 Juli 2021, petani yang ada di areal persawahan Mauliru saat ini tidak bisa menanam padi akibat ketiadaan air.

Areal persawahan yang ada sudah kering dan nampak tanah di areal persawahan sudah terpecah belah.

Kondisi ini merupakan dampak dari rusaknya Bendung Kambaniru April 2021 lalu.

Baca juga: 227  Pasien Covid-19 di Kabupaten Sumba Timur Dalam Perawatan

Di sekitar areal persawahan, ada saluran irigasi namun tidak terlihat adanya air.

Saluran irigasi yang ada pun terancam pecah.

Karena tidak bisa menanam padi, petani hanya bisa menanam sayuran dan buah. Mereka berupaya mencari sumber air dengan jalan membuat sumur bor secara swadaya.

Beberapa petani yang ditemui mengatakan, senjak jebolnya Bendung Kambaniru, maka air di saluran irigasi tidak lagi mengalir.

Baca juga: Beginilah Kondisi Areal Persawahan di Mauliru Kabupaten Sumba Timur

Jony Hambalewa petani setempat mengatakan, untuk kepentingan budidaya sayuran dan buah,  mereka terpaksa membuat sumur bor secara swadaya.

"Kami harus buat sumur bor secara swadaya sehingga bisa usaha sayuran. Usaha sayuran dan buah ini kita bisa jual untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari," ujar Jony.

Dijelaskan, biasanya di bulan seperti sekarang mereka masih bisa menanam padi karena adanya air yang masuk ke persawahan, namun saat ini mereka tidak bisa mengolah lahan untuk menanam padi.

"Kalau tahun-tahun sebelumnya, kami masih tanam padi, tapi tahun ini sudah tidak bisa. Kondisi ini terjadi setelah badai Seroja April lalu," katanya.

Baca juga: Di Kabupaten Sumba Timur - NTT Belum Ada Jadwal Seleksi CPNS dan PPPK

Camat Kambera, Pemekar Djanggakadu, S. Sos yang dikonfirmasi membenarkan kondisi persawahan Mauliru.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved