265 Pasien Covid-19 Meninggal Saat Isolasi Mandiri, Begini Cara Isoman yang Benar Menurut Dokter

LaporCovid melaporkan, selama bulan Juni-Juli 2021 ada 265 pasien Covid-19 meninggal saat isolasi mandiri (Isoman).

Editor: Agustinus Sape
POS-KUPANG.COM/AMAR OLA KEDA
Ilustrasi petugas sedang menguburkan jenazah seorang pasien Covid-19 di TPU Damai Fatukoa, Kota Kupang. Ada 265 pasien Covid-19 dari 10 provinsi meninggal saat isolasi mandiri. 

Sudewo pun langsung melaporkan kejadian itu ke Polsek Kelapa Lima, sehingga aparat polsek bersama Satgas Covid-19 setempat datang ke TKP, memeriksa dan mengevakuasi Iswahyudi ke rumah sakit.

Baca juga: Jakarta Darurat Corona, Anies Baswedan Minta Warga Olahraga di Rumah, Sanksinya Tegas jika Melanggar

Setelah dipastikan meninggal karena Covid-19, maka pada hari yang sama Tim Satgas dibantu oleh manajemen mal tempatnya bekerja mengurus pemakaman Iswahyudi di TPU khusus Covid-19 di Fatukoa, Kota Kupang.

Kejadian itu bertepatan dengan melonjaknya kasus Covid-19 di Pulau Jawa yang diduga dipicu masuknya Covid-19 varian Delta dari India, yang dikabarkan lebih berbahaya dan lebih cepat dari varian awal Covid-19.

Warga Kupang sempat resah karena khawatir kalau Iswahyudi meninggal karena terserang Covid-19 varian Delta. Sebab yang bersangkutan baru dinyatakan positif pada 19 Juni 2021, tapi dalam tempo tidak sampai satu minggu korban sudah meninggal. Cepat sekali.

Ternyata Iswahyudi tidak sendirian meninggal saat isolasi mandiri. Seorang dalang kondang, Ki Manteb Soedharsono meninggal dunia saat isolasi mandiri karena Covid-19 di rumahnya di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Jumat 2 Juli 2021 pagi.

Ki Manteb dinyatakan positif Covid-19 pada hari Kamis 1 Juli 2021 setelah menjalani rapid antigen. Sempat mendatangi rumah sakit setempat untuk menjalani perawatan, namun karena rumah sakit penuh sehingga Ki Manteb harus menjalani isolasi mandiri di rumahnya hingga meninggal.

Cara Isolasi Mandiri di Rumah

Terjadinya banyak kasus meninggal Covid-19 saat isolasi mandiri menggugah kita untuk melihat kembali apakah praktik isolasi mandiri Covid-19 selama ini sudah dilakukan dengan benar?

Dokter spesialis paru dari RSUP Persahabatan, Dr. dr. Erlina Burhan, M.Sc, SpP(K) menyampaikan, pada dasarnya isolasi mandiri dapat dilakukan orang dengan hasil tes antigen atau PCR positif Covid-19 tanpa gejala maupun bergejala ringan.

Namun, Erlina menyebut isolasi mandiri di rumah tidak ideal untuk setiap orang. Selain mempertimbangkan kondisi kesehatan pengidap Covid-19, kondisi tempat tinggal juga perlu diperhatikan.

“Kondisi pasien isolasi mandiri di rumah tidak boleh mengalami sesak napas. Atau napasnya lebih dari 24 kali per menit. Atau saturasi oksigen turun di bawah 94 persen. Segera ke klinik atau rumah sakit terdekat,” jelas dia lewat Webinar Isolasi Mandiri Pasien Covid-19, Jumat 2 Juli 2021, sebagaimana dilansir Kompas.com, Sabtu 3 Juli 2021.

Selain itu, Erlina juga menyebutkan beberapa kriteria tempat tinggal yang boleh digunakan untuk isolasi mandiri di rumah. Antara lain:

  • Di rumah ada ruang atau kamar tersendiri yang terpisah dengan anggota keluarga yang lain.
  • Tidak serumah dengan kelompok berisiko tinggi seperti kalangan lansia, orang dengan daya tahan tubuh lemah, bayi, komorbid (diabetes, hipertensi, penyakit jantung, dll.)

“Jika tidak memenuhi syarat di atas, segera kontak fasilitas kesehatan atau puskesmas terdekat agar dirujuk ke layanan isolasi atau rumah sakit terdekat,” kata dia.

Dr. dr. Erlina Burhan, M.Sc, SpP(K) membagikan cara isolasi mandiri di rumah bagi pengidap Covid-19 dan orang yang tinggal serumah.

Untuk pasien Covid-19, berikut apa saja yang perlu dilakukan ketika isolasi mandiri di rumah:

  • Buka jendela kamar agar cahaya matahari bisa masuk dan ada sirkulasi udara
  • Berjemur selama 10-15 menit antara jam 10.00 pagi sampai jam 1 siang.
  • Gunakan masker saat bertemu keluarga atau orang yang tinggal serumah
  • Rutin cuci tangan dengan air mengalir dan sabun, atau gunakan hand sanitizer
  • Olahraga ringan rutin sebanyak 3-5 kali seminggu
  • Makan bergizi seimbang tiga kali sehari secara terpisah dari orang yang tinggal serumah
  • Pisahkan dan bersihkan pakaian kotor terpisah dari orang yang tinggal serumah
  • Bersihkan kamar atau tempat isolasi setiap hari (saat bersih-bersih tetap gunakan masker)
  • Cuci alat makan sendiri setelah selesai digunakan
  • Periksa suhu tubuh dan saturasi oksigen setiap pagi dan malam
  • Tidur di kamar atau ruang yang terpisah dari orang yang tinggal serumah
  • Minum vitamin C dan D, atau suplemen multivitamin, serta obat sesuai anjuran dokter yang menangani
  • Jangan lupa jaga kesehatan jiwa dengan banyak berdoa, gunakan waktu isoman untuk me time atau mengerjakan hobi, tetap terhubung dengan keluarga atau sahabat secara daring, dan kurangi bermain media sosial dan melihat berita negatif terkait covid-19
  • Tidur cukup
  • Lengkapi kebutuhan nutrisi dengan makan makanan yang sehat
  • Untuk keluarga atau orang yang tinggal serumah dengan pasien Covid-19 yang tengah isolasi mandiri di rumah:
  • Turut memeriksakan diri ke dokter dan melapor jika muncul gejala Covid-19
  • Pakai masker
  • Rajin cuci tangan dan jangan sentuh wajah
  • Jaga jarak minimal satu meter dengan pengidap Covid-19
  • Menghibur yang sakit dan berikan dukungan
  • Bersihkan perabotan di luar ruang isolasi mandiri yang biasanya sering diakses atau disentuh pasien Ingatkan pasien untuk minum obat
  • Selalu buka jendela di rumah
  • Setiap orang yang sedang menjalani isolasi mandiri di rumah wajib berkonsultasi dengan dokter klinik atau puskesmas yang menangani via telepon atau daring secara berkala.
  • Jika merasa sesak napas, atau saturasi oksigen turun di bawah 94 persen, atau demam di atas 38 derajat Celsius, segera lapor dokter klinik atau puskesmas yang menangani.*

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Isolasi Mandiri di Rumah saat Covid-19, Begini Caranya Menurut Dokter"

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved