486 Orang di Kanada Mati Mendadak Akibat Gelombang Panas Ektrem Selama Lima Hari
Kepala Koroner British Columbia, Lisa Lapointe pada Rabu 30 Juni 2021 mengatakan bahwa layanannya menerima sedikitnya 486 laporan kematian antara Juma
POS-KUPANG.COM - Gelombang panas ekstrem yang meningkat di Kanada bagian barat menyebabkabkan kematian mendadak di negara itu.
Selama lima hari terakhir, kematian mendadak akibat gelombang panas ekstrem di Kanada bagian barat telah mencapai ratusan orang.
Kelompok lansia dikhawatirkan akan sangat rentan terhadap kondisi buruk akibat suhu tinggi yang memecahkan rekor suhu panas di Kanada.
Hingga Rabu 30 Juni 2021, tercata sekitar 486 kasus kematian yang dilaporkan akibat gelombang panas ekstrem yang melanda kanada.
Baca juga: Innalillahi! Kabar Duka, Gelombang Panas Serang Jepang, 131 Orang Meninggal Dunia
Kepala Koroner British Columbia, Lisa Lapointe pada Rabu 30 Juni 2021 mengatakan bahwa layanannya menerima sedikitnya 486 laporan kematian antara Jumat dan Rabu sore.
Jumlah ini dia perkirakan akan meningkat karena masih di tahap awal gelombang panas.
Angka 486 ini menandai peningkatan sebanyak 195% dari biasanya, yakni sekitar 165 kematian karena suhu panas di British Columbia dalam periode lima hari.
"Lima hari terakhir di British Columbia telah melihat jumlah kematian yang belum pernah terjadi sebelumnya dilaporkan ke BC Coroners Service," kata Lapointe dalam pernyataan, dikutip dari Al Jazeera.
Baca juga: Australia Sedang Dilanda Gelombang Panas di Atas 40 Derajat Celcius, Pekerjaan Konstruksi Dihentikan
Lapointe menerangkan, meskipun ratusan kematian ini tidak bisa langsung dihubungkan dengan suhu panas, namun diyakini peningkatan signifikan korban tewas disebabkan cuaca ekstrem di salah satu provinsi di Kanada ini.
Menurut Lapointe, mereka yang meninggal kebanyakan tinggal sendiri di rumah yang tidak berventilasi.
Pada Rabu malam, Kota Lytton di British Columbia dievakuasi karena kebakaran hutan, sehari setelah rekor suhu tertinggi di Kanada yakni 49,6C (121,3F).
Panas di bagian barat Kanada dan AS disebabkan oleh kubah udara panas statis bertekanan tinggi yang membentang dari California hingga wilayah Arktik.
Baca juga: Gelombang Panas 42-46 Derajat di Prancis Tewaskan Hampir 1500 Orang, Simak Info
"Saya tidak pernah mengalami hal seperti ini selama 70 tahun saya," kata Janice Houldsworth, yang tinggal di komunitas Castlegar British Columbia.
Dia mengatakan kepada BBC bahwa dirinya tidak keluar rumah selama empat hari.
"Kami menghitamkan semua jendela, menghidupkan kipas angin terus-menerus, menyemprot dengan kabut, mandi air dingin, dan pancuran dan minum banyak cairan."
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/746grf64.jpg)