Terkait Covid Pemkab dan DPRD Ende Disoroti Masyarakat, Eman Minggu Ajak 'Mari Kerja Baik-baik'
Anggota DPRD Kabupaten Ende, Eman Minggu menegaskan, Pemerintah Kabupaten Ende dan DPRD Ende saat ini tengah disoroti masyarakat terkait p
Penulis: Laus Markus Goti | Editor: Ferry Ndoen
Soal Covid Pemkab dan DPRD Ende Disoroti Masyarakat, Eman Minggu 'Mari Kerja Baik-baik'
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oris Goti
POS-KUPANG.COM, ENDE - Anggota DPRD Kabupaten Ende, Eman Minggu menegaskan, Pemerintah Kabupaten Ende dan DPRD Ende saat ini tengah disoroti masyarakat terkait pencegahan dan penanganan Covid-19, di wilayah itu.
Lebih khusus lagi, kata Eman, pencegahan dan penanganan Covid-19 di desa - desa dan kecamatan luar kota .
Lanjutnya, perhatian ke desa - desa harus lebih serius lagi, mengingat angka Covid-19 terus naik, bahkan sudah ada korban meninggal dunia.
Tidak hanya itu, tenaga kesehatan yang menjadi garda terdepan pencegahan dan penanganan Covid-19 pun cukup banyak yang terpapar Covid.
Baca juga: Kasus Positif COVID-19 di Kabupaten Belu - NTT Terus Bertambah, Ini Datanya
Kejadian baru - baru ini di Dusun Detunio, Desa Kanganara, Kecamatan Detukeli, jenazah Covid hanya dibungkus terpal untuk dimakamkan, menunjukan lemahnya sistem penanganan.
Belum lagi di Maurole tenaga kesehatan kekurangan Alat Pelindung Diri (APD) dan swab antigen untuk melakukan tracing padahal, Maurole dalam kasus Covid di Maurole tengah naik pesat sebulan terakhir ini.
Eman mengapresiasi Satgas Covid-19 Kabupaten Ende sudah menyikapi dengan turun ke Detunio menyerahkan APD, semprot disinfektan dan tracing. Juga sebelumnya turun ke Maurole untuk serahkan APD dan swab antigen.
Namun, dia meminta agar ke depan, langkah antisipasi dan preventif mesti lebih diperkuat lagi. Sehingga tidak telat melakukan penanganan.
Baca juga: Usai Dilantik Sebagai DPRD Kota Kupang Dedy Patiwua Mengaku Siap Lanjutkan Amanah Partai
"Kita ini DPRD dan Pemkab Ende sedang disoroti masyarakat terkait pencegahan dan penanganan Covid-19 mari kita kerja baik-baik," kata Eman kepada POS-KUPANG.COM, usai mengikuti dialog DPRD Ende dengan GMNI Ende dan Satgas Covid-19 Kabupaten Ende di ruang sidang paripurna DPRD Ende, Selasa 29 Juni 2021.
Eman menerangkan, komunikasi dan koordinasi dari tingkat desa, Puskesmas, Kecamatan dengan Satgas perlu dibangun secara baik, sehingga kejadian di desa terpantau dengan baik.
"Jelas ada pencegahan dan penanganan Covid-19 dari tingkat desa, kelurahan, Kecamatan, tapi mana, aktivitas pesta, kumpul - kumpul tetap jalan. Langkah antisipasi bagaimana. Itu kejadian di Detunio, tidak ada kantong jenazah, tidak ada APD," keluh politisi PSI ini.
Eman mengatakan, soal lain, saat ini belum semua desa sudah cair dana desa untuk penanganan Covid-19. Oleh karena itu, lanjutnya, perlu dipikirkan antisipasi ketika terjadi lonjakan kasus atau kematian di desa.
Baca juga: Pemerintah Singapura akan Anggap Covid-19 Seperti Flu Biasa, Ini Kata Ketua Satgas Covid-19 IDI
Menurutnya, peristiwa di Detunio mesti menjadi pelajaran penting bagi bagaimana seharusnya membangun komunikasi dan koordinasi yang baik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/eman-minggu-ok-de-de.jpg)