SMAK Giovanni Kupang Gelar Tes Psikologi bagi Peserta Didik Baru
SMAK Giovanni Kupang di Provinsi NTT, kini memasuki tes psikologi pada tahapan penerimaan peserta didik baru ( PPDB) tahun 2021
Penulis: Paul Burin | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Sekolah Menengah Atas Katolik Giovanni Kupang ( SMAK Giovanni Kupang) di Provinsi Nusa Tenggara Timur ( Provinsi NTT), kini memasuki tes psikologi pada tahapan penerimaan peserta didik baru ( PPDB) tahun 2021.
Sebelumnya, peserta didik baru telah melakukan proses verifikasi data, wawancara dan tes akademik.
Kepada POS-KUPANG.COM hari ini, Kepala SMA Katolik Giovanni Kupang, RD. Drs. Stefanus Mau, Pr, mengatakan bahwa tujuan pelaksanaan tes psikologi ini, yaitu untuk memetakan dan mengelompokkan peserta didik baru sesuai dengan bakat, minat dan kemampuannya. Tes ini dimaksudkan juga untuk memperoleh gambaran tentang karakter dan kepribadian anak.
Hal ini penting untuk mendesain model pendampingan dan pembinaan karakter selama di SMA Katolik Giovanni Kupang.
Baca juga: Siswa SMAK Giovanni Kupang Berharap Bisa Belajar Daring dan Luring
"Tujuan SMA Katolik Giovanni Kupang menyelenggarakan tes psikologi ini adalah untuk memetakan dan mengelompokkan peserta didik sesuai dengan bakat, minat dan kemampuan siswa serta untuk mendapatkan gambaran tentang karakter anak yang nantinya dipakai sebagai rujukan dalam proses pendampingan dan pembinaan karakter di sekolah ini," tutur Romo Stef.
Lebih jauh, Romo Stef menegaskan bahwa meskipun di tengah pandemi Covid-19, SMA Katolik Giovanni Kupang tetap menyelenggarakan tes psikologi dan tahapan lainnya yang sesuai dengan standar baku penyelenggaraan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2021.
Hal ini untuk memastikan mutu dan kualitas pendidikan di SMA Katolik Giovanni Kupang tetap terjaga di tengah rongrongan pandemi Covid-19.
"Di tengah pandemi ini, kami tetap menyelenggarakan tes psikologi dan tahapan lainnya yang sesuai dengan standar penyelenggaraan PPDB agar mutu dan kualitas pendidikan di SMA Katolik Giovanni ini tetap terjaga," tegas Romo Stef.
Baca juga: IKA Givanz Persiapkan Perayaan HUT ke-59 SMAK Giovanni Kupang
Hal senada juga disampaikan oleh penyelenggara tes psikologi, Drs. Agustinus Bire Logo, M.Si, bahwa tes psikologi ini bertujuan untuk mendapatkan data lengkap mengenai kemampuan intelengensi (IQ), bakat dan minat yang berguna menentukan peserta didik baru masuk jurusan IPS, MIPA atau Bahasa
"Tes ini bertujuan untuk menentukan jurusan MIPA, IPS dan Bahasa. Tentu sekolah harus punya data lengkap untuk menentukan siswa masuk jurusan yang mana, entah IPS, MIPA atau Bahasa. Dan, salah satu data yang harus dimiliki sekolah adalah data IQ, bakat dan minat," tutur Agus.
Lebih jauh, Kepala SMAN 4 Kupang ini menambahkan bahwa ada 13 macam tes dalam tes psikologi ini, yaitu tes IQ, tes bakat yang meilputi tes verbal, numerikal, relasi ruang, klerikal, abstrak dan mekanik serta tes minat yang meliputi tes pribadi sosial, literal, bisnis, sains, seni dan mekanik.
Sebagai penyelenggara, Agus mengharapkan agar tes psikologi ini menjadi tolak ukur dalam mendidik peserta didik baru ke depannya baik dalam mendorong mereka yang berprestasi tetapi juga untuk meningkatkan prestasi bagi mereka yang dianggap kurang mampu.
"Saya berharap SMA Katolik Giovanni Kupang memakai ini untuk tolak ukur dalam mendidik siswa ke depannya, karena terkadang anak yang punya prestasi tinggi, kok nilainya biasa-biasa saja. Dengan tes ini, ia disadarkan untuk memaksimalkan kemampuannya dalam meraih prestasi. Dan, juga bagi anak-anak yang lemah agar tahu apa penyebabnya dan sedapat mungkin memperbaiki diri dan memacu semangat juang dalam pembelajaran," tutur Agus.
Lulusan Bimbingan dan Konseling Universitas Nusa Cendana Kupang, ini mengapresiasi ketepatan waktu penyelenggaraan tes psikologi di SMA Katolik Giovanni Kupang. Hal ini merupakan bukti bahwa SMA Katolik Giovanni Kupang sangat ketat dan tertib dalam disiplin waktu. Dan, inilah yang menjadi keunggulan sekolah ini.
Ketua Panitia PPDB SMA Katolik Giovanni Kupang, Drs. Yohanes Lelan mengutarakan bahwa ada 300 siswa yang mengikuti tes psikologi ini, yang dibagi ke dalam dua sesi, yaitu pada Sabtu, 26 Juni 2021 dan Senin, 28 Juni 2021. Jumlah ini belum termasuk yang mengikuti tes susulan.
Ia juga mengungkapkan bahwa proses tes psikologi ini berjalan dengan baik dan sangat ketat menerapkan protokol kesehatan. (*/pol)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/smak-giovanni-kupang-gelar-tes-psikologi-bagi-peserta-didik-baru.jpg)