Breaking News:

Siswa SMAK Giovanni Kupang Berharap Bisa Belajar Daring dan Luring

Siswa SMAK Giovanni Kupang, Jose Willyam Oematan Suhardi mengatakan harapannya agar bisa mengikuti pembelajaran dengan dua metode

Penulis: Michaella Uzurasi | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/MICHAELLA UZURASI
Siswa SMAK Giovanni Kupang, Jose Willyam Oematan Suhardi 

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Siswa SMAK Giovanni Kupang, Jose Willyam Oematan Suhardi mengatakan harapannya agar bisa mengikuti pembelajaran dengan dua metode yaitu daring dan luring.

Bukan tanpa alasan siswa kelas X IPA ini menginginkan hal tersebut.

"Karena kalau misalnya offline semua kan sekolah belum tentu bisa biayai semua dari segi prokes lalu tes swab siswa," katanya pada Kamis (29/04/2021).

"Kalau hanya daring saja, kita bayar uang sekolah tapi tidak pakai fasilitas, belum nanti bayar uang pulsa jadi sebaiknya campuran saja sehingga kita bisa pakai fasilitas dan juga dengan pembelajaran online kita meminimalisir penyebaran Covid," lanjutnya.

Baca juga: Kasus Pembunuhan di Rote Ndao, Keluarga Minta Pihak Kepolisian Segera Tangkap Pelaku

Baca juga: Gubernur NTT: Atasi Kemiskinan melalui Pengembangan Potensi Daerah

Willyam baru saja mengikuti perlombaan debat tingkat Kota Kupang dengan tema Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dan masuk dalam 8 besar.

Dia mengatakan, yang dinilai dari perlombaan tersebut adalah tingkat kelogisan opini, data - data yang diuji dan cara mengambil hati juri.

"Saya waktu tarik lot itu materinya tentang guru masih menjadi pusat pembelajaran," ujar alumnus SMP St. Theresia ini.

Terkait proses belajar dengan menempatkan guru sebagai pusat pembelajaran, William memilih netral.

Baca juga: Bank Nobu Bantu UMKM Terdampak Bencana di NTT

Baca juga: Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa Buka Musrenbang RKPD Provinsi NTT Tahun 2022

"Kalau kita lihat secara logis itu ada banyak, satu, guru bisa memberikan pendidikan karakter, yang kedua, kita bisa mendapatkan cara - cara cepat seperti biasa," jelas Willyam.

"Kalau dari negatifnya, kita bisa lihat bahwa siswa ini tidak berkembang karena kita hanya bisa mengikuti pola pikir guru lalu siswa tidak bebas berekspresi karena mungkin mendapat tekanan dari guru," tambahnya.

Willyam sendiri mengakui, biasanya belajar dan mencari tahu sendiri selain mendapat materi pelajaran dari guru.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Michaella Uzurasi)

Kumpulan Berita SMAK Giovanni Kupang

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved