Breaking News:

Covid-19 Flores Timur Melonjak, Kunjungan Keluarga Pasien di RSUD Larantuka Dibatasi

Kasus Covid-19 di Flores Timur melonjak, kunjungan keluarga pasien di RSUD Larantuka dibatasi

Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/AMAR OLA KEDA
Direktur RSUD Larantuka, dr. Sanny saat berdialog dengan anggota Komisi C DPRD Flores Timur 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Amar Ola Keda

POS-KUPANG.COM, LARANTUKA- Kasus Covid-19 di Flores Timur melonjak, kunjungan keluarga pasien di RSUD Larantuka dibatasi.

Beberapa hari terakhir, kasus Covid-19 di Kabupaten Flores Timur melonjak naik. Data Sabtu, 26 Juni 2021, 395 dikonfirmasi positif Covid-19 dan 22 pasien meninggal dunia.

Bupati Flores Timur, Anton Hadjon mengeluarkan surat edaran mengenai kewaspadaan terhadap resiko penularan inveksi corona virus, nomor : DISHUB 554/84/Sekret/2021, Selasa (22/6/2021).

Salah satu isi dari surat edaran itu, terhitung mulai tanggal 1 Juli 2021, setiap pelaku perjalanan yang masuk ke dalam wilayah Flores Timur wajib menunjukan hasil rapid antigen negatif atau swab PCR negatif.

Baca juga: Demi Pasien, Tenaga Kesehatan di RSUD Larantuka Flotim Enggan Jalani Rapid Test

 

Pihak RSUD dr. Hendrikus Fernandez pun mengeluarkan aturan pembatasan bagi keluarga pasien.

"Satu pasien hanya satu penunggu (keluarga). Pengunjung juga dibatasi," ujar Direktur RSUD Larantuka, dr. Sanny saat menerima kunjungan Komisi C DPRD Flores Timur, Jumat 25 Juni 2021.

Meski demikian, ia mengaku banyak keluarga pasien yang tidak mengikuti aturan yang sudah ditetapkan.

"Kita selalu tegur, tapi banyak keluarga pasien tidak nurut," katanya.

Baca juga: Perjuangan Nakes di RSUD Larantuka, Kekurangan APD Hingga Rela Terpapar Virus Covid-19

Sebelumnya, pihak RSUD Larantuka mengaku kekurangan alat pelindung diri (APD). Hal ini mengakibatkan 24 tenaga kesehatan terpapar Covid-19.

"Saat ini mereka sedang menjalani karantina mandiri," ujar dr. Sanny.

Anggota Komisi C DPRD Flotim berjanji secepatnya berkoordinasi dengan dinas kesehatan untuk segera mengatasi persoalan di RSUD Larantuka.

"Secepatnya kami panggil dinas kesehatan. Nakes merupakan garda terdepan melawan virus ini. Harus kita prioritaskan," ujar anggota Komisi C DPRD, Mathias Enai. (*)

Berita Flores Timur Lainnya

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved