Selasa, 14 April 2026

Akses Pendidikan Menengah Merata di Kabupaten Belu

Pendidikan  SMK negeri dan swasta sebanyak 10 sekolah tersebar di delapan kecamatan dengan jumlah guru 229 orang. 

Penulis: Teni Jenahas | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG.COM/TENI JENAHAS
Siswa SMK Swasta Katolik Kusuma Atambua saat diambil gambar,  Sabtu 19 Juni 2021. 

Akses Pendidikan Menengah Merata di Kabupaten Belu

Laporan Reporter POS KUPANG. COM, Teni Jenahas

POS KUPANG. COM| ATAMBUA--Akses pendidikan menengah baik SMP maupun SMA di Kabupaten Belu, Provinsi NTT tergolong merata setiap wilayah. 

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Belu Dalam Angka 2020 menunjukkan, satuan Pendidikan SMP dan SMA tersebar di 12 kecamatan yang ada di Kabupaten Belu, daerah perbatasan RI-RDTL. 

Satuan Pendidikan SMP, baik negeri maupun swasta berjumlah 52 sekolah yang tersebar di 12 kecamatan. Total guru 1.023 orang

Tingkat SMA, baik negeri maupun swasta berjumlah 25 sekolah tersebar di 12 kecamatan.

Baca juga: SMK St. Yosep Nenuk Kabupaten Belu Terapkan Pendidikan Vokasi 4 Tahun

Dengan pemerataan satuan pendidikan tingkat menengah maka program wajib belajar 12 tahun bisa diwujudkan.

Anak-anak usia 16-21 tahun memiliki akses pendidikan yang lebih luas saat ini. Sesuai data BPS, angka partisipasi murni dan angka partisipasi kasar tahun 2019

SMP 71,92 persen, SMA/SMK 71,19. 

Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin kepada wartawan beberapa waktu lalu mengatakan, denga pemerataan layanan pendidikan diharapkan dapat meminimalisir angka putus sekolah atau drop out di Kabupaten Belu.

Baca juga: Kabupaten Belu Belum Ada Desa Wisata Tematik

Total guru SMA 626 orang. Pendidikan  SMK negeri dan swasta sebanyak 10 sekolah tersebar di delapan kecamatan dengan jumlah guru 229 orang. 

Menurut Bupati Agus Taolin, salah satu misi kepemimpinannya adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) lewat intervensi program pendidikan dan kesehatan.

Di bidang pendidikan, pemerintah mengintervensi lewat program peningkatan mutu guru, ketersedian fasilitas, lanjut studi ke jenjang S2 bagi kalangan ASN, beasiswa bagi anak-anak berprestasi. 

Dalam rangkah ini, pemerintah terus menginstruksikan pemerintah desa agar mendata anak-anak putus sekolah sehingga bisa dicarikan solusi yang tepat. 

Baca juga: Lestarikan Adat Rai Fohon Kabupaten Belu di Tengah Arus Perkembangan Zaman

Pola lain yang dilakukan pemerintah adalah memberikan pelatihan bagi calon tenaga kerja untuk peningkatan kapasitas.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved