Minggu, 19 April 2026

Tiga Tewas, 16 Luka-luka Kecelakaan Maut di Oe'ekam TTS

Kecelakaan maut terjadi di jalan raya Desa Oe'ekam, Kecamatan Amanuban Timur, Kabupaten TTS, Senin, 21 Juni 2021 pukul 23.00 Wita

Editor: Kanis Jehola
POS KUPANG.COM/ISTIMEWA
Mobil dump truk yang terbalik di Oe'ekam, Amanuban Timur 

Akibat kecelakaan tunggal tersebut, lanjut Albertino, tiga penumpang meninggal dunia, lima orang mengalami luka berat dan 11 lainnya mengalami luka ringan. Para korban sempat dibantu warga sekitar dan anggota dari Polsek Amanuban Timur sebelum dibawa ke Puskesmas Oe'ekam.

"Sebagian korban masih dirawat di Puskesmas Oe'ekam dan sebagin sudah dirujuk di RSUD SoE," ujar Albertino.

Ia mengatakan, anggota Satlantas Polres TTS yang mendapat laporan langsung bergerak ke lokasi kejadian. "Anggota kita sudah melakukan olah TKP dan mengamankan barang bukti," katanya.

Albertino mengungkapkan, sopir truk Rudi Nikodemu Ninu selamat dan sudah diamankan guna pemeriksaan lebih lanjut. Dari hasil olah TKP, diketahui sopir dalam keadaan mabuk. Di dalam truk itu ditemukan minuman sopi (arak).

"Kita masih melakukan penyelidikan kasus ini. Dalam waktu dekat kita akan segera lakukan gelar." Albertino memastikan ban kiri truk terlepas setelah menabrak batang pohon.

Jenguk Korban

Tujuh korban kecelakaan mengalami patah tulang sehingga dirujuk ke RSUD SoE. Dokter yang bertugas di IGD RSUD SoE, dr Dodik Prasetyo mengatakan, mayoritas mengalami patah tulang sehingga harus dirujuk lagi ke RSUD Prof Dr WZ Johannes.

"Di SoE belum ada dokter spesialis bedah tulang sehingga terpaksa para korban harus dirujuk lagi ke Kupang guna menjalani operasi bedah tulang," kata Dodik, Selasa (22/6).

Dodik menyampaikan kepada korban dan keluarganya mengenai rencana dirujuk lagi ke Kupang. Namun mereka keberatan. Keluarga korban beralasan lamanya waktu pengobatan, jarak yang jauh serta biaya.

Para korban memilih menjalani pengobatan tradisional di kampung. "Korban dan keluarga korban ini maunya pulang saja. Mereka mau pakai obat tradisional, tidak mau dirujuk lagi ke kupang. Kita masih terus melakukan pendekatan dengan keluarga korban," ujarnya.

Wakil Bupati TTS Jhony Army Konay menjenguk tujuh korban kecelakaan truk yang dirawat di RSUD SoE. Selain memberikan penguatan kepada korban dan keluarga, Wabup Army memastikan seluruh biaya perawatan ditanggung pemerintah daerah.

"Seluruh biaya nanti Pemda TTS yang tanggung. Jadi korban dan keluarga tidak perlu memikirkan hal tersebut," katanya.

Saat berbincang dengan keluarga korban, terungkap bahwa mayoritas korban ingin pulang ke rumah menjalani pengobatan tradisional. Namun Wabup Army meminta korban menjalani pengobatan medis.

"Mereka semua maunya pulang untuk pengobatan tradisional tapi kita harus pikirkan juga keselamatan dan kesembuhan mereka. Saya minta agar semua tetap menjalani pengobatan medis dan sebagian sudah mau," ujar Wabup Army.

Ia juga berkomunikasi dengan para dokter dan tenaga medis untuk memberikan pelayanan yang maksimal untuk menolong para korban. Jika ada yang perlu dibantu pemerintah, Wabup Army meminta tenaga medis bisa langsung berkomunikasi dengannya.

"Kalau ada butuh apa-apa untuk tolong para korban bisa komunikasi dengan saya. Saya minta tolong rawat mereka dengan baik," imbuh Wabup Army. (din)

Berita Kabupaten TTS Lainnya

Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved